Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata mengundang tokoh-tokoh penting dalam bidang seni budaya dari berbagai negara melalui program K-Fellowship untuk mendorong pertukaran internasional. Program ini diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2009. Lebih dari 200 orang pemimpin lembaga seni budaya telah diundang ke Korea untuk berdialog dengan para pakar Korea serta mencari program kerja sama baru antar lembaga maupun antar negara. 15 orang tokoh seni budaya dari 15 negara diundang ke Korea pada tahun 2024 setelah melalui penyeleksian rekomendasi dari Korean Culture Center yang ada di negara-negara tersebut. Kali ini Korea.net bertemu dengan kurator Museum Guimet Arnaud Bertrand pada tanggal 2 November 2024.
Arnaud Bertrand (kedua dari kiri) bertemu dengan direktur Museum Seni Kerajinan Seoul Kim Soo Jeong (kedua dari kanan) pada tanggal 30 September 2024 di Museum Seni Kerajinan Seoul, Jongno-gu, Seoul. Mereka terlihat sedang membahas cara-cara untuk bekerja sama. (Museum Seni Kerajinan Seoul)
Penulis: Charles Audouin dan Gil Kyuyoung
Museum Guimet yang terletak di Alun-alun Iena, Paris adalah museum Asia terbesar di Eropa. Museum tersebut didirikan pada tahun 1889 oleh pengusaha Prancis Emile Guimet.
Pengunjung dapat melihat-lihat warisan-warisan dari Asia, termasuk Korea, Tiongkok, dan Jepang. Saat ini, museum ini memiliki lebih dari 1.500 aset budaya sebagai harta nasional Korea, termasuk seladon biru Goryeo, mahkota emas Silla, dan karya kaligrafi Yi Hwang.
Arnaud Bertrand merupakan kurator yang bertanggung jawab atas koleksi Korea dan Tiongkok kuno di Museum Guimet. Ia dianggap sebagai ahli seni Asia. Ia mengajar sejarah seni dan arkeologi di Ecole du Louvre dan Universitas Katolik Paris. Ia juga aktif sebagai penulis untuk saluran YouTube sejarah "Nota Bene" yang memiliki 2,5 juta pelanggan.
- Ini adalah kunjungan pertama Anda ke Korea.
Ini seperti datang ke negara Konfusianisme ala Amerika. Dengan melihat kafe-kafe yang berjejer di setiap jalan, nilai-nilai Barat yang dipertahankan selama setengah abad sudah terlihat jelas. Jika Anda wisatawan asing, Anda pasti berpikir bahwa Anda berada di Asia seperti Barat.
Selain itu, terdapat ciri-ciri tradisional, administratif, dan Konfusius akibat pengaruh berbagai agama seperti Kristen, Buddha, Taoisme, dan Syamanisme. Saya percaya bahwa hidup berdampingan secara harmonis dari nilai-nilai ganda ini adalah alasan mengapa Korea saat ini mendapatkan popularitas yang begitu besar.
- Apa tujuan kunjungan ke Korea kali ini?
Kunjungan ke Korea ini merupakan kesempatan untuk merasakan langsung budaya Korea. Sebelum datang ke Korea, saya bertemu dengan budaya Korea melalui buku, karya seni, dan komunikasi dengan para penggemar
hallyu Prancis yang mencintai
K-drama dan
K-pop.
Saya juga bertemu dengan para pejabat di dunia seni yang sudah saya kenal dan berdiskusi untuk mempromosikan acara untuk memperingati 140 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis pada tahun 2026. Ini melibatkan perencanaan berbagai proyek seperti konser, simposium, kolokium, konferensi, sesi penelitian, digitalisasi koleksi, dan perbaikan ruang pameran.
Saya juga mempertimbangkan untuk memperkenalkan karya representatif Korea atau lukisan, sastra, pakaian yang langka di pameran permanen. Secara khusus, karya-karya seperti "banhwa" (ornamen kerajaan) akan dibuka kepada publik. "Banhwa" merupakan hadiah yang dikirim oleh Raja Gojong kepada Presiden Prancis Sadi Carnot. Kemudian karya tersebut disumbangkan ke Museum Guimet oleh putranya pada tahun 1950-an.
Presiden Museum Guimet Yannick Lintz juga mengunjungi Korea dan berpartisipasi dalam rapat tersebut. K-Fellowship menjadi pendorong dalam mempersiapkan tahun 2026, yakni tahun memperingati terjalinnya hubungan diplomatik antara Korea dan Prancis.
"Banhwa" merupakan hadiah yang dikirim oleh Raja Gojong kepada Presiden Prancis Sadi Carnot untuk memperingati terjalinnya hubungan diplomatik antara Joseon an Prancis. (Yayasan Warisan Budaya Korea di Luar Negeri)
- Mohon perkenalkan koleksi Korea di Museum Guimet.
Koleksi Korea merupakan ruang yang memamerkan karya-karya yang dibawa langsung oleh Duta Besar Prancis untuk Korea. Ini melambangkan persahabatan antara kedua negara. Ketika seni Joseon pertama kali dibuka kepada publik pada tahun 1893 di Prancis, hanya karya rakyat diperkenalkan. Saat itu, Prancis tertarik pada seni Jepang dan Tiongkok.
Sekarang kita perlu melepaskan diri dari pengaruh Jepang atau Tiongkok dan menunjukkan Korea itu sendiri. Koleksi tersebut dibuat untuk memahami ketelitian, keunikan, dan ketepatan teknis Korea.
- Bagaimana tingkat pengetahuan terhadap sejarah dan budaya Korea di Prancis?
Yayasan Warisan Budaya Korea di Luar Negeri baru-baru ini merilis laporan penelitian dalam bahasa Inggris tentang warisan budaya Korea yang dipamerkan di Museum Guimet. Namun, buku tentang seni Korea hampir tidak ada.
Kami mendirikan kelas seni Korea pertama di Prancis di Ecole du Louvre bersama Profesor Okyang Chae-Duporge dari Universitas Bordeaux Montaigne. Ia satu-satunya ahli seni Korea di Prancis. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar secara mendalam tentang seni Korea menjelang tahun 2026. Saya berharap orang-orang yang menyukai budaya populer Korea dan orang-orang yang menyukai budaya tradisional Korea dapat berkumpul bersama.
Arnaud Bertrand (tengah) terlihat sedang menjelaskan warisan budaya Korea pada tanggal 9 Oktober 2024 di koleksi Korea, Museum Guimet, Prancis. (Yayasan Warisan Budaya Korea di Luar Negeri)
- Bagaimana perubahan minat terhadap Korea?
Minat terhadap Korea semakin meningkat, termasuk acara Chuseok yang digelar pada September lalu di museum tersebut. Namun, masih terdapat kesenjangan antara seni tradisional Korea yang belum begitu diketahui dan budaya populer Korea. Pameran tahun 2026 ini akan menunjukkan bagaimana budaya populer dihubungkan dengan seni tradisional melalui
K-drama.
Banyak wisatawan asing mengunjungi Korea dan berbondong-bondong ke Seoul. Banyak pameran seni kontemporer digelar di Seoul yang sedang mendapat perhatian besar di bidang ekonomi dan budaya. Tahun 2026 pasti akan berbeda dengan tahun 2016. Ini karena dunia sedang berfokus pada seni Korea.
- Apa yang ingin Anda sampaikan kepada para pembaca Korea.net di seluruh dunia.
Anda harus datang ke Korea secara langsung. Anda tidak mungkin memahami sepenuhnya budaya suatu negara hanya melalui buku atau video. Contoh yang representatif adalah drama
Squid Game. Adegan dalam drama ini sangat berbeda dengan apa yang Anda lihat di jalanan Korea. Anda juga harus merasakan ciri khas Korea, seperti keramahan dan kepercayaan yang ada di antara masyarakat Korea.
Secara pribadi, hal terbaik adalah orang Korea tidak peduli apakah Anda orang asing atau wisatawan. Sebagai seseorang yang datang mengunjungi Korea, saya sangat beruntung bisa berkeliling Korea.
caudouin@korea.kr