Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang berbicara dalam Sidang Kabinet yang digelar di Cheong Wa Dae pada tanggal 3 Februari 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Kim Hyelin
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 3 Februari 2026 mengatakan bahwa pemerintah Korea harus mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melakukan transformasi besar menuju negara yang berpusat pada kewirausahaan, sehingga siapa pun dapat dengan mudah menantang diri untuk berwirausaha dan meraih kesuksesan.
Presiden Lee menyampaikan hal tersebut saat memimpin Sidang Kabinet keempat yang digelar di Cheong Wa Dae pada hari yang sama. Ia mengatakan, "Di era kecerdasan buatan (AI), masyarakat yang menjadikan tantangan dan kegagalan sebagai pijakan menuju keberhasilan akan mampu melampaui krisis dan menikmati peluang kemakmuran yang lebih besar."
Terkait dengan meningkatnya ekspor dan tren diversifikasi pasar belakangan ini, Presiden Lee mengatakan bahwa pada bulan lalu, nilai ekspor untuk pertama kalinya dalam sejarah bulan Januari melampaui 60 miliar dolar.
Ia menilai bahwa ekspor sebagian besar produk andalan meningkat, dan tren diversifikasi pasar pun semakin menguat.
Presiden Lee menegaskan, "Agar perbaikan berbagai indikator tersebut benar-benar membawa perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, diperlukan strategi yang melampaui sistem tradisional yang berpusat pada perusahaan besar, wilayah ibu kota, dan tenaga kerja berpengalaman."
Ia kemudian menyoroti bahwa seiring percepatan transformasi besar berbasis AI, capaian ekonomi akan semakin terkonsentrasi pada segelintir pihak dan jumlah lapangan kerja pun tak terhindarkan akan berkurang secara struktural.
Ia menegaskan bahwa inilah saatnya untuk sepenuhnya mengubah fondasi ekonomi agar semakin banyak warga dapat secara bebas mengambil tantangan dan mengetuk pintu inovasi, sekaligus memperluas kedalaman dan cakupan pertumbuhan.
Presiden Lee mengatakan bahwa pintu masuk kewirausahaan harus diturunkan agar siapa pun dapat memulai usaha hanya dengan bermodalkan ide, serta diperlukan inovasi kelembagaan yang berani dan dukungan pendanaan.
Ia menambahkan bahwa khususnya, perlu dilakukan peninjauan menyeluruh terhadap regulasi terkait kewirausahaan dari perspektif zero-based.
kimhyelin211@korea.kr