Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang menyampaikan pidato dalam pertemuan dengan perusahaan investasi asing yang digelar di Cheong Wa Dae pada tanggal 28 Januari 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Kim Hyelin
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 28 Januari 2026 mengatakan, Pasar Korea masih dinilai rendah. Kami akan menciptakan lingkungan yang objektif agar Korea dapat menjadi salah satu tujuan investasi terbaik di dunia."
Presiden Lee menekankan hal tersebut dalam pertemuan dengan perusahaan investasi asing yang digelar pada hari yang sama di Cheong Wa Dae, dengan menyatakan, "Nilai Korea yang selama ini diremehkan secara bertahap mulai pulih. Dengan sumber daya manusia yang unggul dan kapasitas material yang kuat, potensi pertumbuhan Korea sangat besar."
Ia menyampaikan apresiasinya kepada para investor dengan menyinggung pemulihan ekonomi Korea tahun 2025 dalam pernyataan pembukaannya. Ia mengatakan, "Jika menengok kembali tahun 2025, paruh pertama merupakan periode yang sangat penuh ketidakpastian, tetapi pada paruh kedua ekonomi kembali ke jalur normal. Kami menyambut baik fakta bahwa skala investasi asing tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah." Presiden Lee berjanji, "Kami akan memastikan agar harapan tersebut tidak berubah menjadi kekecewaan."
Terkait maraknya aktivitas di pasar modal dan pasar saham belakangan ini, ia menilainya sebagai proses normalisasi, serta dengan tegas menyatakan komitmen pemerintah untuk merealisasikan secara penuh potensi pertumbuhan ekonomi Korea melalui reformasi kelembagaan di tingkat pemerintah dan konsistensi kebijakan.
Presiden Lee mengatakan. "Pemerintah menjadikan penciptaan lingkungan ekonomi yang adil, transparan, dan stabil sebagai prioritas utama. Kami secara bertahap memperkuat fondasi kelembagaan dengan berani menghapus regulasi yang tidak perlu, mereformasi tata kelola perusahaan, serta meningkatkan transparansi pasar modal."
Ia juga menegaskan kembali komitmennya terhadap reformasi pasar saham. Presiden Lee mengatakan, "Kami akan secara menyeluruh memastikan keadilan dan transparansi pasar saham. Pemilik perusahaan seharusnya adalah para pemegang saham, tetapi selama ini mereka tidak diperlakukan sebagai pemilik yang sesungguhnya."
Ia menambahkan, "Melalui reformasi tata kelola, kami akan membangun struktur tata kelola perusahaan yang rasional agar para pemegang saham diperlakukan sebagaimana mestinya."
Presiden Lee mengatakan, "Kami akan menyajikan kebijakan industri nasional secara jelas untuk menjadikan Korea negara yang dapat diprediksi. Kami akan melakukan transformasi besar dengan berfokus pada industri teknologi maju, dengan kecerdasan buatan (AI) dan energi terbarukan sebagai inti."
Ia juga menyatakan bahwa untuk mendorong pembangunan yang seimbang antarwilayah, pemerintah akan menggalakkan investasi besar-besaran di daerah serta mengalihkan pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur agar berpusat di wilayah daerah.
Presiden Lee mengatakan, "Perdamaian di Semenanjung Korea sangatlah penting, tetapi tidak perlu dikhawatirkan. Kami tidak akan secara tidak perlu terlibat dalam konfrontasi militer dengan Korea Utara. Risiko geopolitik di Semenanjung Korea kini akan sirna."
Para perwakilan dari tujuh kamar dagang asing di Korea—termasuk American Chamber of Commerce in Korea—serta para eksekutif dari 31 perusahaan investasi asing menghadiri pertemuan tersebut.
kimhyelin211@korea.kr