Kebijakan

2026.01.26

Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 22 Januari 2026 memimpin Rapat Para Sekretaris Senior dan Penasihat ke-20 yang digelar di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 22 Januari 2026 memimpin Rapat Para Sekretaris Senior dan Penasihat ke-20 yang digelar di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Park Hye Ri

Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 24 Januari 2026 menyatakan, terkait Strategi Pertahanan Nasional (NDS) terbaru yang baru-baru ini diumumkan oleh pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, bahwa di tengah situasi internasional yang tidak stabil, kemandirian pertahanan nasional merupakan prinsip paling mendasar.

Presiden Lee menuliskan pernyataan tersebut pada hari yang sama melalui akun resmi X, sembari membagikan sebuah artikel yang menganalisis isi Strategi Pertahanan Nasional (NDS) terbaru dari pemerintahan Trump.

Ia melanjutkan, "Republik Korea, yang menghabiskan anggaran pertahanan sebesar 1,4 kali PDB Korea Utara dan memiliki kekuatan militer terbesar kelima di dunia, tidak masuk akal jika tidak mampu mempertahankan diri."

Ia menegaskan, "Pertahanan nasional yang mandiri dan kokoh serta perdamaian di Semenanjung Korea memungkinkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."

Sebelumnya, dalam NDS terbaru yang dirilis oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada tanggal 23 Januari 2026, disebutkan bahwa Republik Korea memiliki kemampuan untuk memikul tanggung jawab utama dalam pencegahan terhadap Korea Utara, dengan bertumpu pada kekuatan militernya yang kuat, tingkat belanja pertahanan yang tinggi, industri pertahanan yang solid, serta sistem wajib militer.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat juga menambahkan bahwa penyesuaian keseimbangan tanggung jawab (dalam pencegahan terhadap Korea Utara) tersebut sejalan dengan kepentingan Amerika Serikat dalam memperbarui postur pasukan AS di Semenanjung Korea.

hrhr@korea.kr

konten yang terkait