Kebijakan

2025.12.03

Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pidato pada peluncuran Dewan Penasihat Nasional untuk Unifikasi Damai ke-22 pada tanggal 2 Desember 2025 di KINTEX, Ilsan, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pidato pada peluncuran Dewan Penasihat Nasional untuk Unifikasi Damai ke-22 pada tanggal 2 Desember 2025 di KINTEX, Ilsan, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Yeo Yeon Gyeong

Presiden Lee Jae Myung secara resmi mengusulkan pemulihan saluran komunikasi antar-Korea kepada otoritas Korea Utara pada tanggal 2 Desember 2025.

Presiden Lee mengungkapkan hal tersebut dalam pidato peluncuran Dewan Penasihat Nasional untuk Unifikasi Damai ke-22 yang digelar pada tanggal 2 Desember 2025 di KINTEX, Ilsan, Kota Goyang, Provinsi Gyeonggi.

Ia mengatakan, "Unifikasi Korea yang terpecah adalah arah yang tak terelakkan sekalipun memakan waktu puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan tahun."

Presiden Lee menekankan, "Tantangan zaman yang kita hadapi adalah mengakhiri permusuhan dan konfrontasi antar-Korea serta membangun hubungan baru yang berlandaskan perdamaian dan koeksistensi."

Ia menambahkan, "Titik awal untuk menciptakan hubungan antar-Korea yang damai adalah dengan menghidupkan kembali dialog antar-Korea yang telah terhenti selama tujuh tahun terakhir."

Presiden Lee menjelaskan, "Kami akan secara proaktif mengambil langkah-langkah untuk menurunkan ketegangan militer di sekitar Garis Demarkasi Militer dan menghilangkan kemungkinan terjadinya bentrokan yang tidak disengaja.”

Ia pun menekankan pentingnya kerja sama untuk membentuk Pernyataan Bersama Antar-Korea.

Presiden Lee menuturkan, "Kami akan secara bertahap memulai proyek-proyek pertukaran dan kerja sama yang menjadi perhatian global sekaligus dibutuhkan oleh antar-Korea, seperti isu lingkungan dan iklim, penanganan bencana, serta kesehatan dan medis."

Terkait masalah denuklirisasi, Presiden Lee mengatakan, "Kami juga akan terus berupaya mengakhiri status perang di Semenanjung Korea, mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir, dan menanamkan perdamaian yang kokoh.”


dusrud21@korea.kr

konten yang terkait