Kebijakan

2025.11.24

Presiden Lee Jae Myung (kiri) terlihat sedang memberikan pidato pada Sesi 1 KTT G20 yang digelar pada tanggal 22 November 2025 (waktu setempat) di Johannesburg Expo Center, Afrika Selatan. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung (kiri) terlihat sedang memberikan pidato pada Sesi 1 KTT G20 yang digelar pada tanggal 22 November 2025 (waktu setempat) di Johannesburg Expo Center, Afrika Selatan. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Park Hye Ri

Presiden Lee Jae Myung mengakhiri kunjungannya ke Afrika Selatan dalam rangka menghadiri KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) G20.

Dalam pidatonya di tanggal 23 November 2025 (waktu setempat), Presiden Lee mengatakan, "Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) harus mampu memberikan kesempatan adil bagi semua masyarakat di seluruh negara."

Presiden Lee menekankan kesempatan penggunaan AI dan mineral kritis yang adil dalam sesi ketiga KTT G20 yang bertema "Masa Depan yang Adil Bagi Semua Pihak."

Dalam pidatonya, Presiden Lee mengungkapkan, "Saya menyambut baik Inisiatif AI untuk Afrika yang didorong oleh G20. Korea pun akan bekerja sama aktif dengan masyarakat internasional untuk bisa mewujudkan 'masyarakat berbasis kecerdasan digital' agar keuntungan AI dapat dinikmati oleh seluruh umat manusia."

Ia pun menyebutkan mengenai Inisiatif AI APEC yang diumumkan dalam KTT APEC lalu dan menyatakan bahwa Korea akan berusaha untuk memperluas kerangka tersebut ke seluruh dunia.

Terkait mineral kritis, Presiden Lee mengatakan, "Kita harus membentuk rantai pasokan mineral kritis yang stabil dan saling menguntungkan antara negara penyuplai dan penerima."

Ia menambahkan, "Sebagai negara ketua 'Kemitraan Keamanan Mineral Kritis', Korea akan memperluas kerja sama mineral yang saling menguntungkan sesuai dengan kebutuhan negara penyuplai dan penerima.

Presiden Lee pun menekankan bahwa penguatan pemulihan rantai pasokan mineral kritis dan inovasi AI harus terus dilakukan melalui kesempatan yang inklusif.

Ia menuturkan, "Korea telah membuat Ruang Pembelajaran Digital AI untuk menjamin kaum yang rentan terhadap ketimpangan digital agar bisa mendapatkan kesempatan memahami AI. Saat ini pendidikan AI dan perangkat lunak pun sedang diperluas bagi remaja.

Presiden Lee melanjutkan, "Korea telah memberikan bantuan pendidikan matematika dan ilmu pengetahuan bagi wanita dan remaja di Ghana dan Tanzania."

Ia menekankan, "Korea akan terus memperkuat kapasitas digital wanita dan remaja di Afrika, salah satunya melalui pendirian sekolah vokasi perangkat lunak di Rwanda."

Presiden Lee juga menyatakan bahwa Korea akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada tahun 2025.

Ia menjelaskan, "Korea akan kembali memegang tampuk kepemimpinan G20 pada tahun 2028 yang akan menjadi tahun peringatan 20 tahun pendirian G20."

Presiden Lee menambahkan, "Dengan tanggung jawab tersebut, Korea akan menjalankan peran yang diberikan dengan tulus agar bisa menggelar forum tingkat tinggi yang lebih kuat untuk kerja sama internasional dalam G20."

Dalam sesi pertama KTT G20 yang digelar tanggal 22 November 2025, Presiden Lee menyampaikan keprihatinan terhadap kesenjangan dan ketimpangan krisis ekonomi yang dihadapi dunia serta memberikan tiga solusi untuk membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Dalam sesi kedua yang digelar pad ahari itu, Presiden Lee menekankan pentingnya usaha berkelanjutan masyarakat dunia untuk menghadapi krisis iklim menyampaikan tekad Korea untuk menanggapi bersama perubahan iklim.


hrhr@korea.kr

konten yang terkait