Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memasuki Nasrec Expo Centre di Johannesburg, Afrika Selatan, tempat berlangsungnya Sesi ke-3 KTT G20 pada tanggal 23 November 2025 (waktu setempat). (Kantor Kepresidenan Republik Korea)
Penulis: Xu Aiying
Presiden Lee Jae Myung kembali ke Korea pada pagi hari tanggal 26 November 2025 setelah menyelesaikan tur selama 10 hari 7 malam ke empat negara di Timur Tengah dan Afrika.
Selama kunjungan tersebut, Presiden Lee mengunjungi Uni Emirat Arab (UAE), Mesir, Afrika Selatan, dan Turkiye, serta menjanjikan kerja sama dengan komunitas internasional di berbagai bidang, termasuk kecerdasan buatan (AI), industri pertahanan, energi nuklir, dan budaya.
Presiden Lee mengadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) dengan Presiden UAE, Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Mereka mengadopsi pernyataan bersama bertajuk "Lompatan Baru Menuju Perjalanan Bersama untuk Abad Berikutnya antara Republik Korea dan Uni Emirat Arab."
Secara khusus, Korea sepakat untuk berpartisipasi dalam Proyek Stargate UAE yang sedang dijalankan UAE dan bersama-sama membangun infrastruktur AI dan energi.
Presiden Lee dalam KTT dengan Presiden Mesir Abdel Fattah Al-Sisi menyepakati untuk mendorong Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) Korea-Mesir.
Dalam pidatonya di Universitas Kairo, Presiden Lee juga mengumumkan Inisiatif SHINE, strategi kerja sama masa depan antara Korea dengan Timur Tengah.
Di Afrika Selatan, Presiden Lee menghadiri KTT G20, yang menjadi tujuan utama dari rangkaian kunjungan luar negerinya kali ini.
Dalam KTT G20, Presiden Lee memaparkan kebijakan untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta visinya mengenai 'masyarakat berbasis kecerdasan digital'.
Presiden Lee juga turut berpartisipasi dalam pengesahan Deklarasi Pemimpin G20 di Afrika Selatan yang mencakup rencana Korea untuk menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2028.
Terakhir, Presiden Lee mengunjungi Turkiye dan bertemu dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan. Kedua pemimpin sepakat untuk memperkuat kerja sama di bidang energi nuklir, industri pertahanan, dan biotekonologi.
Kantor Kepresidenan Republik Korea menilai, "Kunjungan Presiden Lee kali ini memperkuat posisi Korea sebagai negara berperan besar di kancah global dan memperluas cakrawala diplomasi pragmatis berbasis kepentingan nasional ke kawasan Global South, termasuk Afrika."
xuaiy@korea.kr