Presiden Lee Jae Myung (kanan) terlihat sedang mengisi buku tamu di depan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada tanggal 25 Agustus 2025 (waktu setempat) di Gedung Putih, Washington DC, AS. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)
Penulis: Kang Gahui
Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat, Presiden Lee Jae Myung menilai bahwa kepercayaan yang kokoh antara Korea dan AS telah dipastikan kembali melalui KTT (konferensi tingkat tinggi).
Presiden Lee pada tanggal 28 Agustus 2025 mengatakan di media sosialnya, "Kunjungan kenegaraan kali ini membuat Korea bisa merencanakan masa depan yang berkelanjutan."
Presiden Lee menambahkan, "Kunjungan tersebut juga merupakan kunjungan yang bermakna untuk bisa mendiskusikan lebih lanjut visi bersama antara Korea dan AS dalam mendorong perdamaian dan kemakmuran dunia, lebih dari sekadar keamanan Semenanjung Korea."
Presiden Lee mengungkapkan, "Melalui dialog jujur dengan Presiden Trump, saya bisa memastikan kembali aliansi antara Korea dan AS yang kokoh melalui kepercayaan yang dipupuk."
Presiden Lee menekankan, "Korea dan AS telah menjalin kemitraan strategis yang bertumbuh bersama dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, teknologi termutakhir, dan jaringan suplai, yang melampaui aliansi militer dan keamanan."
Presiden Lee berjanji, "Saya akan berusaha sebaik mungkin agar hasil kerja sama bilateral bisa dirasakan oleh seluruh warga Korea secepat mungkin sesuai dengan diskusi dengan AS terkait tantangan dalam berbagai bidang yang dibicarakan dalam KTT kali ini."
Presiden Lee menjelaskan, "Pemerintah akan menanggapi secepat mungkin perubahan zaman sesuai dengan 'diplomasi nyata yang berpusat pada keuntungan masyarakat'."
Presiden Lee menutup, "Republik Korea akan berusaha sebaik mungkin agar bisa berdiri sebagai pusat dunia dengan bertanggung jawab dan berperan dalam tatanan internasional."
kgh89@korea.kr