Kebijakan

2025.08.27

Presiden Lee Jae Myung (kiri) pada tanggal 25 Agustus 2025 (waktu setempat) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menyelesaikan KTT Korea-AS yang digelar di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung (kiri) pada tanggal 25 Agustus 2025 (waktu setempat) berjabat tangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah menyelesaikan KTT Korea-AS yang digelar di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Charles Audouin

Presiden Lee Jae Myung menyatakan bahwa Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump merupakan kesempatan bermakna yang menghasilkan kemajuan besar dalam modernisasi aliansi Korea-AS serta proses perdamaian di Semenanjung Korea, termasuk penyelesaian isu nuklir Korea Utara.

Dalam akun resmi Facebook-nya pada tanggal 26 Agustus 2025, Presiden Lee menuliskan, "Dalam KTT Korea-AS, kami berbagi pengalaman terkait teror politik di masa lalu dan membangun rasa saling pengertian yang kuat. Kami juga mengadakan pembicaraan mendalam mengenai ancaman dari Korea Utara."

Ia juga menyebut acara Korea-US Business Roundtable yang digelar setelah KTT tersebut dengan mengatakan, "Saya menekankan bahwa Korea yang memiliki teknologi manufaktur terbaik di dunia akan menjadi mitra paling tepat untuk memimpin kebangkitan manufaktur AS."

Ia menambahkan, "Saya mengusulkan kerja sama di sektor perkapalan, energi nuklir, semikonduktor, kecerdasan buatan, dan bioteknologi untuk membangun rantai pasok yang stabil. Kolaborasi antara perusahaan kedua negara adalah kunci untuk membuka era keemasan baru aliansi Korea-AS, dan pemerintah akan secara aktif mendukungnya."

Presiden Lee menjelaskan bahwa ia juga mengunjungi Center for Strategic and International Studies (CSIS) di Washington D.C. untuk berbagi visi pemerintah baru yang berlandaskan nilai dasar aliansi Korea-AS, yaitu kebebasan dan demokrasi.

Ia menekankan, "Melalui kerja sama trilateral Korea-AS-Jepang, kita akan bersama-sama menghadapi ancaman nuklir Korea Utara, serta berupaya demi perdamaian dan kemakmuran, tidak hanya di Asia Timur Laut tetapi juga di seluruh dunia."

Ia menutup dengan mengatakan, "Berdasarkan diplomasi praktis yang berfokus pada kepentingan nasional dengan pemikiran fleksibel dan pertimbangan strategis, Saya akan merespons secara gesit terhadap arus zaman."

caudouin@korea.kr

konten yang terkait