Kebijakan

2025.03.04

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Kim Myung-soo terlihat sedang membahas kerja sama dalam rapat video dengan Ketua Komite Militer NATO Giuseppe Cavo Dragone pada tanggal 20 Februari 2025. (Kepala Staf Gabungan)

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Kim Myung-soo terlihat sedang membahas kerja sama dalam rapat video dengan Ketua Komite Militer NATO Giuseppe Cavo Dragone pada tanggal 20 Februari 2025. (Kepala Staf Gabungan)



Penulis: Kang Gahui

Korea dan NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara) mulai melangkah dalam pengembangan penelitian bersama untuk teknologi ilmu pengetahuan mutakhir.

Kementerian Pertahanan Nasional mengungkapkan, "Mulai tanggal 1 Maret 2025, Korea bergabung dalam kemitraan STO (Organisasi Sains dan Teknologi) NATO."

Korea memperoleh posisi sebagai negara mitra STO NATO. Selain itu, Korea dapat berpartisipasi dalam rapat dewan organisasi pada tingkat yang setara dengan negara-negara anggota NATO serta mengembangkan penelitian bersama dalam bidang teknologi ilmu pengetahuan mutakhir.

STO NATO merupakan organisasi untuk kerja sama teknologi ilmu pengetahuan mutakhir antara negara-negara anggota NATO. Korea menjadi negara ketiga yang bergabung dalam kemitraan tersebut, setelah Jepang dan Australia.

Kementerian Pertahanan Nasional menjelaskan bahwa bergabungnya Korea dalam kemitraan STO akan menjadi landasan bagi kerja sama multilateral dalam teknologi ilmu pengetahuan pertahanan dengan negara-negara Eropa.

Selain itu, kementerian tersebut menambahkan bahwa hal tersebut akan mendorong peningkatan kerja sama antara Korea dan NATO.

Kepala Biro Perencanaan Tenaga Tingkat Lanjut Kementerian Pertahanan Nasional Choi Jang-sik mengatakan, "Bergabungnya Korea dalam kemitraan STO NATO akan menjadi peluang penting untuk memperkuat kerja sama penelitian dengan negara-negara maju di bidang teknologi ilmu pengetahuan serta memperluas cakupan kegiatan lembaga penelitian pertahanan Korea."


kgh89@korea.kr

konten yang terkait