Presiden Yoon Suk Yeol menerima wawancara dari harian Jepang, Yomiuri Shimbun menjelang penyelenggaraan KTT Korea-Jepang. Melalui wawancara tersebut, Presiden Yoon mengungkapkan, "Normalisasi hubungan Korea dan Jepang akan memberikan keuntungan baik kepada Korea maupun Jepang. Hal ini juga diharapkan akan memberikan sinyal yang sangat positif kepada masyarakat internasional." Foto di atas menunjukkan Presiden Yoon saat memberikan pernyataan dalam Rapat Ekonomi Rakyat Darurat Ke-14 yang diselenggarakan pada tanggal 15 Maret di Yeongbingwan, Cheong Wa Dae. (Yonhap News)
Penulis: Lee Kyoung Mi
Presiden Yoon Suk Yeol menerima wawancara dari harian Jepang, Yomiuri Shimbun menjelang penyelenggaraan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Korea-Jepang. Melalui wawancara tersebut, Presiden Yoon mengungkapkan, "Normalisasi hubungan Korea dan Jepang akan memberikan keuntungan baik kepada Korea maupun Jepang. Hal ini juga diharapkan akan memberikan sinyal yang sangat positif kepada masyarakat internasional."
Pada wawancara dengan Yomiuri Shimbun yang dirilis pada tanggal 15 Maret, Presiden Yoon berkata, "Jika kita melihat hubungan Korea dan Jepang hingga saat ini, kunjungan (saya) ke Jepang kali ini merupakan sebuah lompatan dan hasil yang sangat besar."
Presiden Yoon melanjutkan, "Korea dan Jepang memiliki beban yang berat di tengah masyarakat internasional. Kami sedang membangun kerja sama antar negara di tengah hubungan ekonomi, keamanan, dan teknologi sains dengan negara-negara lainnya. Saya telah berjanji pada saat kampanye pemilu presiden bahwa saya akan berusaha untuk menormalkan kembali hubungan Korea dan Jepang yang sedang melemah."
Presiden Yoon juga memberikan pernyataan terkait penolakan masyarakat yang membesar di Korea mengenai penyelesaian masalah korban kerja paksa pada Masa Penjajahan Jepang. Pihak Jepang menyampaikan kekhawatiran mengenai masalah tersebut yang bisa membesar kembali di masa depan.
"Saya telah membuat kebijakan untuk bisa menyelesaikan permasalahan hak ganti rugi agar masalah ini tidak berkepanjangan ke depannya. Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut," ungkap Presiden Yoon.
Wawancara ini berlangsung selama 1 jam 20 menit di ruang kerja Presiden Yoon. Wawancara tersebut dilaksanakan untuk menyambut penyelenggaraan KTT Korea-Jepang mendatang. CEO sekaligus Kepala Editor Yomiuri Shimbun, Shoichi Oikawa hadir langsung untuk mewawancarai Presiden Yoon. Yomiuri Shimbun menyajikan sembilan halaman berita terkait Presiden Yoon dan hubungan Korea-Jepang dengan detail, termasuk di halaman pertama harian tersebut.
Presiden Yoon Suk Yeol menerima wawancara dari Yomiuri Shimbun menjelang kunjungannya ke Jepang. (tangkapan layar Yomiuri Shimbun)