Kebudayaan

2025.11.25

Foto di atas menunjukkan arsip Malmoi yang merupakan kamus bahasa Korea modern. (Layanan Warisan Korea)

Foto di atas menunjukkan arsip Malmoi yang merupakan kamus bahasa Korea modern. (Layanan Warisan Korea)



Penulis: Lee Jihae

Manuskrip kamus bahasa Korea modern dan karya sastra wanita Korea akan diupayakan agar masuk ke dalam Daftar Memori Dunia UNESCO.

Layanan Warisan Korea mengungkapkan pada tanggal 21 November 2025 bahwa dokumen pendaftaran Manuskrip Kamus Bahasa Korea Modern dan Naebang Gasa sebagai Daftar Memori Dunia UNESCO telah disampaikan kepada UNESCO.

Manuskrip Kamus Bahasa Korea Modern merupakan manuskrip yang terdiri dari satu jilid naskah Malmoi (1911-1914) dan 18 jilid Joseonmal Keunsajeon (Kamus Bahasa Korea Komprehensif, 1929-1957).

Manuskrip tersebut merupakan hasil dari gerakan pelestarian bahasa ibu dan peneguhan identitas nasional oleh masyarakat Korea pada Masa Penjajahan Jepang (1910-1945).

Manuskrip itu memegang peranan penting dalam memperluas kesempatan pendidikan pada masa itu.

Naebang Gasa memiliki makna lagu yang dinyanyikan di dalam naebang, yaitu ruang untuk para wanita di rumah pada masa Dinasti Joseon (1392-1910).

Naskah tersebut merupakan bagian dari sastra yang menggunakan hangeul dan dituliskan serta diwariskan turun menurun oleh perkumpulan para wanita.

Naskah yang didaftarkan sebagai Memori Dunia tersebut memiliki 567 lirik lagu yang dituliskan dan dinyanyikan oleh para wanita sejak tahun 1794 hingga akhir tahun 1960-an.

Naebang Gasa memiliki peranan penting karena membuktikan bahwa para wanita dari berbagai lapisan mampu membentuk komunitas sastra dan secara mandiri berperan aktif sebagai subjek penciptaan dan pewarisan karya di dalam masyarakat modern yang berpusat pada pria.

Manuskrip Kamus Bahasa Korea Modern dan Naebang Gasa akan dievaluasi oleh Dewan Eksekutif UNESCO kemudian ditetapkan persetujuan atau penolakannya pada sidang yang digelar tahun 2027 mendatang.


jihlee08@korea.kr

konten yang terkait