Kebudayaan

2025.01.03



Penulis: Lee Jihae
Video: Lee Jun Young

Tahun 2025 adalah Tahun Ular menurut penanggalan di Asia Timur. Tepatnya disebut Eulsanyeon (eul berarti biru dan sa berarti ular) atau Tahun Ular Biru. Adapun ular adalah binatang keenam dari 12 hewan yang digunakan untuk melambangkan setiap tahun dalam penanggalan di Asia Timur.

Kedua belas hewan tersebut adalah tikus, sapi, harimau, kelinci, naga, ular, kuda, domba, monyet, ayam, anjing, dan babi. Selain kedua belas hewan tersebut, terdapat pula lima simbol warna, yaitu biru, merah, kuning, putih, dan hitam. Oleh karena itu, terdapat siklus enam puluh tahun dengan menggabungkan simbol hewan dan warna tersebut.

Museum Rakyat Nasional Korea menggelar pameran spesial yang berjudul "The Snake with a Thousand Faces" hingga tanggal 3 Maret 2025. Museum tersebut menggelar pameran shio setiap tahun sejak tahun 2002 dan memperkenalkan adat istiadat Korea terkait 12 hewan. Korea.net memperkenalkan simbol ular di berbagai negara melalui pameran tersebut.

Foto di atas menunjukkan dewa ular di antara 12 dewa pelindung yang melindungi dunia. (Museum Rakyat Nasional Korea)

Foto di atas menunjukkan dewa ular di antara 12 dewa pelindung yang melindungi dunia. (Museum Rakyat Nasional Korea)


Konsep 12 hewan disampaikan dari Tiongkok ke Semenanjung Korea pada periode Kerajaan Silla Bersatu. Saat itu, masyarakat meletakkan patung 12 hewan di berbagai tempat termasuk makam golongan atas.

Ular merupakan hewan keenam yang muncul di budaya 12 hewan. Konsep 12 hewan yang menunjuk petunjuk angin dan waktu semakin diperluas ke rakyat biasa dan digunakan di barang-barang keseharian termasuk jam tangan dan kompas. Ular menunjuk arah selatan tenggara dan pukul 9:00-11:00 pagi.

Nama daerah yang berhubungan dengan ular tidak begitu banyak dibandingkan binatang lain karena sifat ular yang dianggap manipulatif. Nama daerah terkait ular hanya terdapat di 208 tempat di seluruh penjuru Korea.

Penampilan Medusa yang dilukis di dinding Museum Rakyat Nasional Korea. (Lee Jihae)

Penampilan Medusa yang dilukis di dinding Museum Rakyat Nasional Korea. (Lee Jihae)


Ular sering dideskripsikan sebagai setan, makhluk yang menghancurkan dunia, dan simbol kekacauan dan kegelapan di mitologi Eropa. Medusa di dalam mitologi Yunani dan Roma berwujud seorang wanita cantik dengan ular sebagai rambutnya. Siapa pun yang menatap langsung pada matanya akan berubah menjadi batu. Hydra merupakan monster yang harus dibunuh untuk menyelesaikan 12 tugas oleh Herakles. Hydra adalah monster ular air yang memiliki sembilan kepala.

Basilisk merupakan hewan imajinasi yang banyak muncul di legenda Eropa zaman pertengahan. Itu dideskripsikan sebagai hewan yang memiliki kepala cicak atau ayam dan tubuh ular. Basilisk diekspresikan sebagai hewan yang melambangkan kematian dan muncul di berbagai karya sastra dan budaya populer termasuk Harry Potter.

Poster peringatan 20 tahun pendirian Organisasi Kesehatan Dunia. (Museum Nasional Sejarah Kontemporer Korea)

Poster peringatan 20 tahun pendirian Organisasi Kesehatan Dunia. (Museum Nasional Sejarah Kontemporer Korea)


Asklepios dalam mitologi Yunani merupakan dewa medis dan kedokteran. Ia selalu membawa tongkat yang dililit seekor ular. Ular melambangkan kekekalan, penyembuhan, dan keabadian. Tongkat Asklepios telah diakui ikon yang menyimbolkan medis dan kedokteran di seluruh dunia sehingga WTO (Organisasi Kesehatan Dunia) menggunakan tongkat Asklepios sebagai logo WTO.

Painting of Fuxi and Nuwa. (Museum Nasional Korea)

"Painting of Fuxi and Nuwa." (Museum Nasional Korea)


"Painting of Fuxi and Nuwa" juga dipamerkan. Fuxi dan Nuwa adalah makhluk yang muncul mitologi Tiongkok juga dipamerkan. Mereka dideskripsikan sosok yang memiliki bagian atas tubuh manusia dan bagian bawah tubuh ular. Mereka masing masing memegang kompas dan penggaris yang bengkok yang melambangkan langit bulat dan tanah berbentuk segi empat.


jihlee08@korea.kr