FDI dari bulan Januari hingga September memecahkan rekor dengan mencapai 23,9 miliar dolar. Angka ini meningkat 11,3% YoY. (Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya)
Penulis: Koh Hyunjeong
FDI dari bulan Januari hingga September memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah berkat tren peningkatan investasi dalam bidang listrik, barang elektronik, dan bahan kimia.
Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan pada tanggal 4 Oktober bahwa angka investasi asing langsung (FDI) dari bulan Januari hingga September 2023 telah mencapai angka 23,9 miliar dolar. Angka ini meningkat 11,3% dibandingkan pada periode sama pada tahun sebelumnya (YoY).
Pada paruh pertama tahun 2023, angka investasi bahkan meningkat 20,2% YoY. Angka investasi pada periode tersebut mencapai yang tertinggi sepanjang sejarah dengan 13,9 miliar dolar.
Berdasarkan bidang investasi, investasi di bidang manufaktur meningkat sebesar 9 miliar dolar (15,7% YoY) dan bidang layanan meningkat sebesar 13,8 miliar dolar (9% YoY). Di antara bidang manufaktur, angka investasi pada listrik dan barang elektronik meningkat 27%, sedangkan bahan kimia meningkat 61,1%. Di dalam bidang layanan, investasi pada kategori finansial dan asuransi meningkat sebesar 107,2%, sedangkan pada penginapan dan rumah makan meningkat sebesar 228,5%.
Berdasarkan negara, jumlah investasi dari investor asal Uni Eropa meningkat sebesar 4 miliar dolar (38,1% YoY) dan Tiongkok Raya sebesar 2,2 miliar dolar (49,9% YoY). Di sisi lain, jumlah investasi dari Amerika Serikat menurun sebesar 5,1 miliar dolar (27,2% YoY) dan Jepang menurun sebesar 930 juta dolar (10,5% YoY).
Berdasarkan jenisnya, investasi di greenfields untuk pengoperasian langsung pabrik atau lokasi bisnis baru atau yang diperluas meningkat sebesar 16,7 miliar dolar (20,4% YoY). Investasi M&A untuk tujuan mengakuisisi atau menggabungkan saham perusahaan menurun sebesar 5,5% menjadi 7,1 miliar dolar.
FDI berarti bahwa orang asing berinvestasi untuk tujuan menjalin hubungan ekonomi yang kelanjutan dengan perusahaan domestik, seperti partisipasi dalam manajemen dan kemitraan teknologi, bukan sekadar mengoperasikan aset di Korea.
hjkoh@korea.kr