Kebijakan

2026.02.11

Presiden Lee Jae Myung berdialog dengan Sekjen NATO, Mark Rutte, lewat telepon pada tanggal 10 Februari 2026 di Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung berdialog dengan Sekjen NATO, Mark Rutte, lewat telepon pada tanggal 10 Februari 2026 di Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Kim Hyelin

Presiden Lee Jae Myung mendiskusikan kerja sama pertahanan antara Korea dengan NATO dengan Sekretaris Jenderal NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Korea), Mark Rutte.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Cheong Wa Dae, Kim Nam-jun, melalui pengarahan tertulis pada tanggal 10 Februari 2026.

Dalam dialog lewat telepon pada hari itu, Presiden Lee berbagi pendapat dengan Mark terkait perluasan kerja sama antara Korea dan NATO serta tanggapan untuk permasalahan keamanan global.

Presiden Lee dan Mark sepakat bahwa kerja sama berkelanjutan antara Korea dan NATO diperlukan untuk menanggapi tantangan keamanan global, terutama karena isu keamanan di Asia-Pasifik dan Eropa yang saling berhubungan.

Oleh karena itu, keduanya sepakat untuk terus berkomunikasi erat terkait isu-isu utama terkini, terutama mengenai Perang Ukraina dan isu di Semenanjung Korea.

Presiden Lee pun menekankan bahwa kerja sama dalam industri pertahanan unggul antara negara-negara NATO diperlukan serta bahwa NATO merupakan mitra terbaik.

Ia juga menekankan untuk mendorong kerja sama pertahanan melalui Badan Konsultasi Kerja Sama Pertahanan Korea-NATO yang dibentuk pada tahun 2025.

Mark pun menyambut hal tersebut dan berjanji akan memperkuat kerja sama pertahanan antara Korea dengan NATO.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk terus berusaha memperkuat hubungan Korea dan NATO dalam berbagai bidang, seperti pertahanan, antariksa, dan informasi.


kimhyelin211@korea.kr

konten yang terkait