Presiden Lee Jae Myung (kiri) terlihat sedang menyampaikan pidato dalam Rapat Strategi Nasional Era Kewirausahaan yang digelar pada tanggal 30 Januari 2026 di Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Yoon Sojung
Pemerintah Korea akan mendorong pengembangan talenta dan inovasi ekosistem kewirausahaan guna menciptakan lingkungan yang memungkinkan seluruh warga memulai usaha secara bebas.
Kementerian Ekonomi dan Keuangan serta Kementerian UKM dan Startup pada tanggal 30 Januari 2026 mengumumkan arah kebijakan tersebut dalam Rapat Strategi Nasional Era Kewirausahaan yang digelar di Cheong Wa Dae dan dipimpin oleh Presiden Lee Jae Myung.
Pemerintah menilai bahwa persaingan lapangan kerja semakin ketat seiring menguatnya struktur pertumbuhan berbentuk K, dengan hasil pertumbuhan yang terkonsentrasi pada perusahaan besar, wilayah metropolitan, dan tenaga kerja berpengalaman. Sejalan dengan itu, pemerintah berpandangan bahwa perlu dilakukan pergeseran kerangka penciptaan lapangan kerja dari sekadar mencari pekerjaan menjadi menciptakan pekerjaan, dengan kewirausahaan sebagai instrumen utama.
Tujuannya adalah membangun sistem dengan negara berperan sebagai mitra yang berbagi risiko bersama, melampaui sekadar dukungan kewirausahaan, serta menciptakan lingkungan yang memungkinkan setiap warga dengan ide usaha memulai bisnis di seluruh negeri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah akan mengoperasikan kompetisi kewirausahaan bertajuk "Startup for All Project", dengan negara berinvestasi pada ide-ide masyarakat guna menumbuhkan benih-benih kewirausahaan di seluruh negeri. Dengan menjadikan kewirausahaan berbasis teknologi dan kewirausahaan berbasis daerah sebagai dua pilar utama, pemerintah berupaya memperluas gelombang tantangan serta menemukan 5.000 wirausahawan inovatif, sekaligus mendorong inovasi menyeluruh dalam ekosistem kewirausahaan.
Di bidang kewirausahaan berbasis teknologi, pemerintah akan membangun total 10 kota rintisan, termasuk empat kota rintisan utama yang menjadi pusat berkumpulnya talenta inovatif. Pemerintah juga menyiapkan langkah-langkah untuk membina perusahaan rintisan berbasis teknologi mutakhir di berbagai sektor, termasuk industri pertahanan, teknologi iklim, farmasi, dan bioteknologi.
Untuk kewirausahaan berbasis daerah, pemerintah akan membangun 50 pusat komersial strategis dan 17 kawasan niaga berkelas dunia dengan memanfaatkan sumber daya lokal termasuk budaya dan pariwisata, serta memberikan dukungan agar perusahaan rintisan dapat berkembang menjadi perusahaan menengah.
Pemerintah juga akan memperkuat daya ekosistem kewirausahaan terpadu melalui berbagai langkah, antara lain penerapan pengecualian regulasi bagi perusahaan rintisan di kawasan khusus berskala besar, pembukaan data publik yang memiliki permintaan tinggi dari dunia usaha, pembentukan dana re-challenge (re-start) senilai 11 triliun won, serta penguatan inovasi terbuka antara perusahaan besar dan perusahaan rintisan.
Terkait "Startup for All Project", pemerintah akan menciptakan ruang bagi masyarakat untuk dengan leluasa mencoba dan gagal, dengan bertumpu pada investasi negara termasuk pendampingan dan kompetisi bertahap serta penyediaan dana aktivitas kewirausahaan. Pemerintah juga akan membangun platform pengembangan talenta kewirausahaan yang memungkinkan siapa pun untuk memulai usaha hanya bermodalkan ide.
Melalui program ini, pemerintah akan menjaring total 5.000 talenta kewirausahaan di seluruh negeri—termasuk 4.000 wirausahawan berbasis teknologi dan 1.000 wirausahawan berbasis daerah—serta memberikan dukungan dana aktivitas kewirausahaan sebesar 2 juta won per orang.
Selain itu, pemerintah akan mengoperasikan Startup Boom Fund senilai 50 miliar won untuk melakukan investasi terfokus pada para calon wirausahawan potensial yang terpilih melalui program ini.
Kompetisi kewirausahaan juga akan digelar di berbagai daerah. Lebih dari 1.000 wirausahawan terpilih akan bersaing melalui babak penyisihan tingkat 17 provinsi dan kota metropolitan, serta babak final tingkat lima wilayah, untuk menyeleksi lebih dari 100 wirausahawan potensial. Para peserta kompetisi akan menerima dukungan pendanaan komersialisasi secara bertahap hingga maksimal 20 juta won, serta bantuan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI).
Untuk memastikan bahwa pengalaman kegagalan dapat berujung pada keberhasilan baru, pemerintah juga akan memperkuat ekosistem re-challenge. Pemerintah akan menerbitkan Challenge Resume yang mengakui riwayat partisipasi dalam kegiatan "Startup for All Project" sebagai pengalaman karier. Selain itu, pemerintah akan membangun platform re-challenge untuk mengumpulkan kisah-kisah upaya bangkit kembali para wirausahawan, serta menyediakan Failure Resume yang dapat dimanfaatkan dalam pengajuan program kewirausahaan di masa mendatang.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan Koo Yun Cheol serta Menteri UKM dan Startup Han Seongsook menegaskan bahwa mereka akan mendorong "Startup for All Project" secara cepat. Mereka menyatakan komitmen untuk terus memberikan dukungan agar inisiatif ini berkembang menjadi gelombang kewirausahaan yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
arete@korea.kr