Kebijakan

2026.01.05

Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Ryu Je Myung, memperkenalkan strategi utama pemerintah Korea terkait kecerdasan buatan dalam forum kebijakan untuk wartawan asing yang digelar pada tanggal 5 Desember 2025 di Korea Press Center, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi)

Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Ryu Je Myung, memperkenalkan strategi utama pemerintah Korea terkait kecerdasan buatan dalam forum kebijakan untuk wartawan asing yang digelar pada tanggal 5 Desember 2025 di Korea Press Center, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi)



Penulis: Margareth Theresia

Pemerintah Korea telah merilis cetak biru Strategi AI (kecerdasan buatan) Nasional untuk mendorong Korea agar bisa masuk ke dalam tiga besar kekuatan AI dunia.

Pemeintah telah meningkatkan anggaran AI sebesar tiga kali lipat hingga mencapai 10 triliun won.

Selain itu, melalui kolaborasi dengan pihak swasta, pemerintah akan membuka arus investasi hingga 30 triliun won untuk mengambil langkah penentu dalam persaingan perebutan supremasi teknologi di ranah global.

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi telah mengumumkan strategi nasional Korea yang berisi hal-hal tersebut dalam forum kebijakan untuk wartawan asing yang digelar pada tanggal 5 Desember 2025 di Korea Press Center, Jung-gu, Seoul.

Kementerian juga mengungkapkan bahwa Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi pun telah diangkat sebagai wakil perdana menteri untuk menjadikan Kementerian sebagai menara kontrol kebijakan terkait AI.

Korea akan bertransformasi menjadi negara dengan kekuatan AI dengan pengembangan terpadu dalam bidang infrastruktur, keuangan, dan tenaga kerja. Kini Korea tidak hanya bertumpu pada pengembangan teknologi saja.


Presiden Lee Jae Myung berjabat tangan dengan CEO NVIDIA, Jensen Huang, saat Jensen berkunjung pada acara KTT APEC di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Cheong Wa Dae)

Presiden Lee Jae Myung berjabat tangan dengan CEO NVIDIA, Jensen Huang, saat Jensen berkunjung pada acara KTT APEC di HICO, Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Cheong Wa Dae)


Salah satu agenda utama pemerintah adalah membangun 'jalan tol AI' yang merupakan pembangunan infrastruktur komputer berskala besar.

Korea menargetkan akan menyuplai 260 ribu unit GPU (unit pemroses grafik) berkualitas terbaik dunia hingga tahun 2030.

GPU tersebut akan disuplai ke berbagai perusahaan dan lembaga penelitian untuk mendorong penelitian dan pengembangan AI berskala besar.

Pemerintah juga memiliki strategi terkait pendanaan penelitian dan pengembangan dalam bidang AI.

Melalui anggaran pemerintah sebesar 10 triliun won dan Dana Pertumbuhan Nasional, Korea akan berhasil mempunyai modal sebesar 30 triliun won untuk mendongkrak kemampuan dalam bidang AI.

Pemerintah pun tidak lupa untuk membangun infrastruktur data untuk memperluas data pengembangan layanan AI.

Pemerintah akan membangun platform data nasional serta ruang data untuk setiap bidang, seperti medis, ilmu pengetahuan, dan industri.

Ekosistem khusus AI akan dibangun oleh pemerintah agar talenta terbaik dunia bisa meneliti, membangun perusahaan, dan bekerja di bidang industri AI di Korea.

Berbagai kebijakan lainnya yang akan didorong oleh pemerintah Korea antara lain adalan menarik talenta unggul asing, memberikan dukungan bagi peneliti unggul, serta melatih tenaga kerja ahli dalam bidang industri.

Investasi dikucurkan oleh Korea untuk bisa meneliti teknologi-teknologi maju setelah era kecerdasan buatan umum (AGI), seperti physical AI, teknologi berbasis NPU ala Korea, dan AI kuantum.

Besaran dana untuk pengembangan dan penelitian di bidang physical AI pada tahun 2026 bahkan telah mencapai 160 miliar won. Model AI generatif menggunakan sejumlah besar data teks dan gambar untuk menghasilkan bahasa manusia, visual, dan konsep abstrak. Di sisi lain, physical AI memperluas kemampuan AI generatif dengan membekalinya pemahaman tentang hubungan spasial serta perilaku fisik dunia tiga dimensi.

Tak hanya itu, pemerintah juga sedang menjalankan proyek penting untuk penguatan kinerja semikonduktor AI model Korea.

Foto di atas menunjukkan HBM GPU yang dipamerkan di Paviliun SK Group pada tanggal 29 Oktober 2025 di K-Tech Showcase yang digelar di Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Park Dae Jin)

Foto di atas menunjukkan HBM GPU yang dipamerkan di Paviliun SK Group pada tanggal 29 Oktober 2025 di K-Tech Showcase yang digelar di Kota Gyeongju, Provinsi Gyeongsangbuk. (Park Dae Jin)


Korea juga akan melakukan transformasi AI secara nasional untuk mendorong penggunaan AI di seluruh bidang, seperti di industri manufaktur, medis, kesejahteraan, ketenagakerjaan, dan industri daerah. AI tidak akan digunakan hanya sebagai perangkat lunak semata.

Proyek AX-Sprint 300 akan dijalankan untuk 300 perusahaan manufaktur; 4 Pusat AX akan dibuka di Kota Gwangju, Kota Daegu, Provinsi Jeollabuk, dan Provinsi Gyeongsangnam; serta sistem AI akan digunakan secara terpadu untuk layanan pemerintah, seperti pajak, medis, dan kesejahteraan.

Pemerintah pun akan menjankan Proyek 10 Besar Kehidupan Sehari-hari agar seluruh bagian masyarakat dapat merasakan keuntungan dari perkembangan teknologi.

Selain itu, Undang-undang Terkait Perekembangan AI dan Pembentukan Basis Kepercayaan pun akan segera diterapkan untuk mendorong keamanan dan transparansi penggunaan AI dalam masyarakat.

Dari segi diplomasi, Korea telah mendorong pembentukan Inisiatif AI yang disepakati dalam KTT APEC (Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) pada 1 November 2025.

Tak hanya itu, Korea juga menunjukkan tekad untuk membuat standar global untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab melalui kerja sama dengan berbagai lembaga internasional, salah satunya melalui pembangunan Pusat Pengetahuan Digital Global melalui kerja sama dengan Bank Dunia.


margareth@korea.kr

konten yang terkait