Kebijakan

2025.12.15

Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pernyataan pada laporan kerja Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Komisi Perlindungan Data Pribadi yang digelar pada tanggal 12 Desember 2025 di Sejong Convention Center, Kompleks Pemerintahan Sejong. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memberikan pernyataan pada laporan kerja Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi serta Komisi Perlindungan Data Pribadi yang digelar pada tanggal 12 Desember 2025 di Sejong Convention Center, Kompleks Pemerintahan Sejong. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Kim Hyelin

Korea bersiap untuk bertransisi menjadi negara yang berlandaskan pada kecerdasan buatan (AI) dalam segala bidang, seperti administrasi publik, industri, dan kehidupan sehari-hari.

Untuk mencapai hal tersebut, Korea menargetkan untuk membentuk model AI yang dikembangkan dengan teknologi dalam negeri serta berdaya saing tinggi hingga masuk ke dalam peringkat sepuluh terbaik dunia.

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaporkan rencana kerja tahun 2026 kepada Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 12 Desember 2025 di Sejong Convention Center, Kompleks Pemerintahan Sejong.

Pihak kementerian pun menargetkan akan mencapai itik balik menuju lompatan Korea sebagai salah satu dari tiga kekuatan AI dunia serta membuat rakyat Korea merasakan hasil nyata tersebut.

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Bae Kyunghoon, mengatakan, "Kami akan mengamankan model fondasi AI mandiri yang masuk ke dalam sepuluh besar dunia pada tahun 2026 serta merilisnya sebagai sumber terbuka sehingga dapat dimanfaatkan secara bebas oleh kalangan industri dan akademisi."

Selain itu, Korea berencana untuk mendorong pengembangan model AI serbaguna sekaligus layanan AI yang terspesialisai di berbagai sektor, seperti pertahanan, manufaktur, dan budaya.

Hal itu direncanakan untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan AI di seluruh sektor industri dan layanan publik.

Investasi untuk infrastruktur pun akan ditingkatkan untuk memperkuat daya saing Korea.

Pemerintah akan memasok 37 ribu unit GPU (unit pemroses grafik) dan mengoperasikan superkomputer keenam guna memenuhi kebutuhan AI di bidang penelitian dan pengembangan serta di bidang industri.

Tak hanya itu, Korea juga akan membentuk universitas yang bertumpu pada AI dan melatih tenaga kerja khusus di bidang terkait dengan meningkatkan kuota sekolah pascasarjana.

Untuk membantu pertumbuhan perusahaan-perusahaan dalam negeri, hingga tahun 2030 mendatang Korea akan membentuk dana industri skala perusahaan rintisan AI berskala 3 triliun won.

Pemerintah juga akan membuka program bagi seluruh warga Korea untuk meningkatkan penggunaan AI.

Pemerintah menggelar kompetisi AI bagi seluruh warga Korea hingga Maret 2026 agar pelahar, warga biasa, hingga para pakar bisa memberikan ide terkait AI. Pemenang kompetisi tersebut akan diberikan dukungan pemerintah dari segi penelitian dan pengembangan hingga pendirian perusahaan.

Selain itu, program pelatihan AI secara daring dan luring akan diperluas sehingga seluruh warga bisa belajar menggunakan AI dengan mudah.

Seiring dengan peningkatan serangan siber, Korea juga memperkuat keamanan data dan sibernya.

Pemerintah akan menetapkan secara tegas kerangka pertanggungjawaban perusahaan dengan mengenakan denda administratif bersifat punitif untuk perusahan yang berulang kali menyebabkan insiden keamanan serta memperjelas tanggung jawab keamanan siber dari pimpinan eksekutif tertinggi.

Terakhir, Korea juga berencana untuk mengadopsi sistem deteksi keamanan berbasis AI guna meningkatkan kapasitas penanggulangan terhadap serangan peretasan.


kimhyelin211@korea.kr

konten yang terkait