Kebijakan

2025.12.11

Kepala Layanan Warisan Korea, Huh Min, mengumumkan rencana penyelenggaraan Sidang Komite Warisan UNESCO ke-48 pada rapat kenegaraan yang digelar pada tanggal 10 Desember 2025 di Kompleks Pemerintahan Seoul. (Layanan Warisan Korea)

Kepala Layanan Warisan Korea, Huh Min, mengumumkan rencana penyelenggaraan Sidang Komite Warisan UNESCO ke-48 pada rapat kenegaraan yang digelar pada tanggal 10 Desember 2025 di Kompleks Pemerintahan Seoul. (Layanan Warisan Korea)



Penulis: Margareth Theresia

Layanan Warisan Korea (KHS) mulai bersiap penuh untuk menyelenggarakan Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO di Busan pada tahun 2026.

KHS mengumumkan rencana penyelenggaraan Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-48 pada rapat kenegaraan yang digelar pada tanggal 10 Desember 2025 di Kompleks Pemerintahan Seoul.

Sidang tersebut menjadi kesempatan baik untuk memperkenalkan warisan Korea kepada dunia karena menjadi Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO pertama yang diselenggarakan di Korea setelah Korea bergabung di Konvensi Warisan Dunia pada tahun 1988.

KHS menyampaikan tiga strategi utama dalam penyelenggaraan sidang tersebut, yaitu pengelolaan acara yang sukses, promosi warisan Korea kepada warga dunia, dan hasil kebijakan yang berkelanjutan.

Untuk mendorong pengelolaan acara yang sukses, KHS telah memastikan penggunaan anggaran sebesar 17,9 miliar won.

Selain itu, KHS telah membentuk Satuan Tugas Persiapan dan Perencanaan melalui kerja sama dengan Kementerian Luar Negeri; Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata; serta Pemerintah Kota Busan.

Korea pun bertekad akan menggelar sidang yang iklusif dengan memberikan dukungan partisipasi kepada negara-negara yang kurang berkembang agar bisa hadir di sidang, seperti negara-negara benua Afrika dan negara-negara berkembang pulau kecil (SIDS).

Tak hanya itu, Korea juga bersiap untuk berusaha memastikan penetapan getbol (dataran lumpur Korea) tahap kedua sebagai warisan dunia UNESCO.

Untuk promosi warisan Korea kepada warga dunia, KHS akan menggelar beragam program promosi budaya Korea.

Para peserta dari seluruh dunia yang hadir akan bisa menikmati berbagai acara budaya tradisional Korea melalui pameran khusus seni media yang memperkenalkan warisan nasional, upacara pergantian penjaga Istana Gyeongbokgung, pertunjukan budaya tradisional Korea, serta seminar internasional.

Untuk mencapai hasil kebijakan yang berkelanjutan, Korea akan memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia.

Korea sebagai negara tuan rumah akan mendorong penetapan Deklarasi Internasional yang mengandung rekonsiliasi dan kerja sama selama proses diskusi.

Selain itu, Korea juga akan mengusahakan pembuatan peta jalan jangka menengah dan panjang untuk mendorong penetapan warisan dunia secara sistematis.


margareth@korea.kr

konten yang terkait