Kebijakan

2025.12.09

Presiden Lee Jae Myung menghadiri Rapat Pelaporan Komite Era Daerah di Bawah Presiden yang digelar pada tanggal 8 Desember 2025 di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung menghadiri Rapat Pelaporan Komite Era Daerah di Bawah Presiden yang digelar pada tanggal 8 Desember 2025 di Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Park Hye Ri

Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 8 Desember 2025 menekankan, "Desentralisasi dan pembangunan yang berimbang, serta penguatan otonomi daerah merupakan strategi kelangsungan hidup nasional yang tidak dapat dihindari demi pertumbuhan berkelanjutan Korea."

Presiden Lee menyampaikan pernyataan tersebut dalam sambutan pembuka pada Rapat Pelaporan Komite Era Daerah di Bawah Presiden yang digelar pada hari yang sama di Gedung Kantor Kepresidenan Yongsan, Seoul.

Presiden Lee menyatakan, "Selama ini Korea telah mendorong strategi pertumbuhan melalui sistem terpusat yang berfokus pada wilayah metropolitan, dan memang merupakan fakta sejarah bahwa strategi tersebut telah menghasilkan capaian yang signifikan. Namun, seiring dengan semakin menguatnya konsentrasi di wilayah metropolitan dalam beberapa waktu terakhir, situasi ini justru mulai menggerus potensi pertumbuhan."

Ia menambahkan, "Kini merupakan saatnya untuk mengamankan kembali mesin pertumbuhan baru dengan membangun sistem multipolaritas."

Sistem multipolaritas merupakan janji kampanye Presiden Lee terkait pembangunan nasional yang berimbang. Strategi ini bertujuan untuk menata ulang wilayah nasional menjadi lima kawasan super-regional—yakni wilayah metropolitan, wilayah tengah, wilayah Daegu-Gyeongsangbuk, wilayah Provinsi Jeolla, dan wilayah tenggara—serta tiga provinsi otonomi khusus, yaitu Jeju, Jeonbuk, dan Gangwon, guna mendorong pertumbuhan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

Ia secara khusus menegaskan, "Tidak hanya dalam pembagian anggaran, tetapi juga dalam pengambilan keputusan kebijakan nasional, kami akan secara tegas mendorong pemberian bobot yang lebih besar kepada daerah yang semakin jauh dari wilayah metropolitan," seraya menegaskan komitmen kuatnya terhadap kebijakan yang berpihak pada daerah.

Sementara itu, dalam rapat pelaporan tersebut, Ketua Komite Era Daerah Kim Kyung-soo menjelaskan, "Pembangunan berimbang dalam sistem multipolaritas bukan sekadar kebijakan untuk menghidupkan kembali daerah, melainkan strategi untuk melakukan transformasi besar-besaran terhadap tata ruang nasional di era kecerdasan buatan (AI), serta untuk mengamankan mesin pertumbuhan baru bagi Korea melalui proses tersebut."

Ia juga melaporkan rencana untuk menggali industri strategis unggulan di setiap kawasan dalam sistem multipolaritas, serta membangun sistem dukungan yang mencakup inovasi universitas daerah dan pengembangan kawasan industri berteknologi tinggi, sekaligus mendorong relokasi perusahaan ke daerah serta perluasan investasi di daerah.

hrhr@korea.kr

konten yang terkait