Presiden Lee Jae Myung (kiri) dan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, berjabat tangan dalam konferensi pers yang digelar pada tanggal 20 November 2025 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya, Kairo, Mesir. (Yonhap News)
Penulis: Xu Aiying
Presiden Lee Jae Myung dan Presiden Mesir, Abdel Fattah El-Sisi, sepakat untuk mengupayakan CEPA (Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif).
Hal tersebut tertuang dalam hasil KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Korea-Mesir yang digelar pada tanggal 20 November 2025 di Istana Kepresidenan Al Ittihadiya, Kairo, Mesir.
Presiden Lee dan Presiden El-Sisi mengumumkan hasil tersebut melalui konferensi pers bersama yang digelar setelah KTT.
Kedua presiden tersebut menilai bahwa kerja sama bilateral telah berkembang dengan erat sejak hubungan diplomatik dijalin pada tahun 1995.
Presiden Lee dan Presiden El-Sisi kemudian sepakat untuk memperkokoh landasan kerja sama bagi generasi mendatang, memperluas jangkauan sebagai pemimpin budaya, serta memperdalam solidaritas untuk perdamaian di Semenanjung Korea dan di Timur Tengah.
Kedua presiden tersebut sepakat untuk memperluas kerja sama nyata dalam berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, pendidikan, budaya, dan pertahanan.
Selain itu, keduanya juga akan berusaha untuk menggunakan kelebihan masing-masing negara agar masyarakat kedua negara dapat merasakan buah dari kerja sama tersebut.
Presiden Lee mengatakan, "Mesir adalah basis manufaktur terbesar di Afrika Utara dan merupakan pusat penting yang menghubungkan Afrika, Timur Tengah, dan Eropa."
Ia melanjutkan, "Korea dengan pengalaman pembangunan yang sukses serta industri yang berdaya saing global, melihat potensi kerja sama yang sangat besar antara kedua perekonomian tersebut.”
Presiden Lee lalu menjelaskan, "Oleh karena itu, kami sepakat untuk mengupayakan CEPA Korea-Mesir sebagai dasar kelembagaan untuk memperluas kerja sama ekonomi."
Presiden Lee dan Presiden El-Sisi sepakat untuk bekerja sama sebagai 'fasilitator perdamaian' untuk bersama-sama berkontribusi pada perdamaian internasional, termasuk di Semenanjung Korea dan di Timur Tengah.
Oleh karena itu, kedua belah pihak sepakat untuk saling mendukung peran masing-masing dalam mempromosikan perdamaian di kedua kawasan serta untuk terus berdiri berdampingan dalam memberikan kontribusi bagi perdamaian global.
Presiden Lee kemudian mengundang Presiden El-Sisi untuk mengunjungi Korea pada tahun 2026 dengan mengatakan, "Apabila Presiden El-Sisi melakukan kunjungan tahun depan, kunjungan tersebut akan menjadi kunjungan pertamanya ke Korea dalam satu dekade."
Ia melanjutkan, "Saya menantikan kesempatan bagi Anda untuk menyaksikan secara langsung berbagai perkembangan yang telah dicapai Korea selama sepuluh tahun terakhir serta untuk segera membahas cara kerja sama antara Korea dan Mesir agar dapat diwujudkan secara lebih nyata."
Presiden Lee telah menyelesaikan kunjungan kenegaraan resminya selama tiga hari ke Mesir. Ia lalu berangkat pada tanggal 21 November 2025 ke Afrika Selatan untuk menghadiri KTT G20.
Presiden Lee akan hadir dalam KTT G20 yang digelar mulai tanggal 22 November 2025 serta berdiskusi terkait pertumbuhan inklusif, perubahan iklim, bencana alam, dan masa depan yang adil.
Selain itu, Presiden Lee juga akan melakukan pertemuan dengan para pemimpin dari negara-negara anggota MIKTA, yaitu Meksiko, Indonesia, Turkiye, dan Australia.
xuaiy@korea.kr