Sosial

2025.08.26

Kelompok sipil Jepang yang bernama Komite untuk Mengabadikan Kecelakaan Banjir Tambang Chosei pada pukul 14.00 tanggal 25 Agustus 2025 menyatakan bahwa melalui penyelidikan bawah air di lokasi kecelakaan, mereka menemukan benda yang diduga sebagai tulang paha manusia. (Korean Buddhist Avalokitesvara Order)

Kelompok sipil Jepang yang bernama Komite untuk Mengabadikan Kecelakaan Banjir Tambang Chosei pada pukul 14.00 tanggal 25 Agustus 2025 menyatakan bahwa melalui penyelidikan bawah air di lokasi kecelakaan, mereka menemukan benda yang diduga sebagai tulang paha manusia. (Korean Buddhist Avalokitesvara Order)



Penulis: Yoo Yeon Gyeong

Korban kerja paksa asal Korea pada masa penjajahan Jepang yang berjumlah 136 orang tewas di tambang bawah laut Chosei, Ube, Prefektur Yamaguchi, Jepang. Pada tanggal 25 Agustus 2025 sisa-sisa tulang yang diduga milik para korban ditemukan di lokasi tersebut.

Kelompok sipil Jepang yang bernama Komite untuk Mengabadikan Kecelakaan Banjir Tambang Chosei pada pukul 14.00 hari itu menyatakan bahwa melalui penyelidikan bawah air di lokasi kecelakaan, mereka menemukan benda yang diduga sebagai tulang paha manusia.

Terdapat tiga bagian tulang yang ditemukan, dengan panjang terbesar 42 cm. Penyelam asal Korea yang menemukannya mengatakan, "Di dekatnya ditemukan tiga pasang sepatu bot dan kami dapat memastikan adanya sisa-sisa empat korban."

Tragedi tambang Chosei terjadi pada tanggal 3 Februari 1942 di terowongan bawah laut sekitar 1 km dari pesisir Kota Ube, Prefektur Yamaguchi, Honshu bagian barat. Kecelakaan akibat kebocoran terowongan ini menewaskan total 183 orang, terdiri dari 136 orang Korea dan 47 orang Jepang.

Kelompok tersebut berencana meminta kepolisian setempat melakukan pemeriksaan forensik guna mengidentifikasi sisa-sisa tulang tersebut. Penyelidikan juga akan dilanjutkan pada tanggal 26 Agustus 2025 sehingga ada kemungkinan ditemukan lagi tulang yang diduga sebagai sisa-sisa korban.

dusrud21@korea.kr

konten yang terkait