Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Koo Hyuk Chae, memperkenalkan rencana induk kuantum pemerintah Korea dalam konferensi pers untuk wartawan asing yang digelar pada tanggal 19 Maret 2026 di Korea Press Center, Jung-gu, Seoul. (Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi)
Penulis: Margareth Theresia
Korea menargetkan akan mampu memimpin industri manufaktur semikonduktor kuantum dunia pada tahun 2035 dengan melatih lebih dari 10 ribu orang tenaga kerja profesional dan 2.000 perusahaan dalam bidang kuantum.
Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi mengumumkan Rencana Induk Kuantum Korea tersebut melalui konferensi pers untuk wartawan asing yang digelar pada tanggal 19 Maret 2026 di Korea Press Center, Jung-gu, Seoul.
Rencana induk tersebut berisi mengenai penerapan teknologi kuantum, strategi penggunaan teknologi kuantum di bidang industri dan keamanan, serta rencana pemerintah untuk membina tenaga kerja profesional dan industri secara sistematis di tingkat nasional.
Komputer kuantum pertama di Korea dioperasikan untuk pertama kalinya pada tanggal 20 November 2024. Foto di atas menunjukkan IBM Quantum System One yang dipasang di Kampus Internasional Universitas Yonsei yang terletak di Yeonsu-gu, Kota Incheon. (Universitas Yonsei)
Pemerintah akan mendorong pembuatan sistem komputasi kuantum terintegrasi untuk mendorong penggunaan teknologi kuantum secara mandiri.
Selain itu, pemerintah juga akan mencari berbagai tantangan kompleks di sektor otomatif, farmasi, dan keuangan yang sulit diatasi dengan teknologi konvensional agar bisa diselesaikan dengan menggunakan penggabungan teknologi kuantum dan kecerdasan buatan (AI).
Infrastruktur terpadu yang menggabungkan penggunaan komputasi kuantum, komputer berkinerja tinggi, dan AI akan dibentuk agar bisa digunakan oleh para peneliti teknologi kuantum.
Pemerintah pun akan membangun jaringan komunikasi kriptografi kuantum berskala nasional melalui tahap uji coba di sektor pertahanan dan keuangan yang sangat bergantung pada keamanan jaringan.
Tak hanya itu, pemerintah juga akan menyeleksi proyek sensor kuantum yang siap dikomersialisasi serta memberikan dukungan menyeluruh mulai dari pembuatan prototipe hingga komersialisasi dalam bidang kesehatan dan pertahanan.
Pameran Quantum KOREA diselenggarakan setiap tahun agar para peneliti dan perusahaan dalam maupun luar negeri dapat berbagi informasi terkini terkait ekosistem kuantum global. Foto di atas menunjukkan Quantum KOREA yang digelar pada Juni 2025 di aT Center, Seocho-gu, Seoul. (Quantum KOREA)
Pemerintah pun bergerak untuk melatih tenaga-tenaga kerja profesional di bidang kuantum. Sekolah menengah khusus AI dan sekolah pascasarjana khusus kuantum akan dibangun untuk melatih lebih dari 100 orang tenaga kerja ahli setiap tahunnya.
Selain itu, sistem penelitian dasar strategis akan diperkenalkan agar Korea dapat menguasai penggunaan teknologi dasar dan sumber kuantum.
Pemerintah juga akan meningkatkan investasi agar bisa membentuk 2.000 perusahaan di bidang kuantum serta mendorong pendaftaran paten dalam bidang kuantum agar Korea bisa mencapai peringkat tiga besar dunia dalam paten di bidang kuantum.
Wakil Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, Koo Hyuk Chae, mengatakan, "Teknologi kuantum adalah teknologi penting yang mampu mengubah paradigma industri masa depan."
Ia menambahkan, "Pemerintah akan memperkuat dukungan dari segi kebijakan agar bisa memperluas peran Korea sebagai mitra penting di dunia."
margareth@korea.kr