Penulis: Wartawan Kehormatan Amanda Larasati dari Indonesia
Foto: Amanda Larasati
Dalam rangka memperkenalkan kekayaan sastra dan budaya Korea kepada masyarakat Indonesia, Korean Day 2025: From Culture to Literature digelar pada tanggal 20 Desember 2025 di Toko Buku Kedai Patjarmerah, Pos Bloc, Jakarta.
Acara tersebut digelar melalui kerja sama antara Institut Penerjemahan Sastra Korea (LTI Korea) dan Penerbit Haru. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti kelas bahasa Korea, K-Book Talk, sesi rekomendasi buku Korea, hingga permainan tradisional Korea.
Poster Korean Day 2025: From Literature to Culture di Toko Buku Kedai Patjarmerah.
Acara ini turut berkolaborasi dengan Toko Buku Kedai Patjarmerah dan beberapa komunitas, seperti Kumpul Baca, Baca Budaya Asia, Buibu Baca Buku Book Club, BTS ARMY Help Center, dan ARMY Ponorogo.
Korean Day 2025: From Culture to Literature dibuka dengan kelas bahasa Korea bersama Borassaem. Ia adalah seorang tutor bahasa Korea, kreator konten budaya Korea, dan juru bahasa Korea. Selain itu, ia juga merupakan penulis buku berjudul Funtastic Korean.
Borassaem mengajarkan ungkapan yang dapat digunakan ketika membeli buku di toko buku Korea.
Suasana kelas terasa interaktif karena peserta dapat mempraktikkan langsung cara membeli buku dalam bahasa Korea di kasir Toko Buku Kedai Patjarmerah. Peserta begitu bersemangat ketika diminta memperkenalkan diri dalam bahasa Korea dan membaca contoh percakapan.
Penulis berfoto bersama Borassaem.
Korean Day 2025: From Culture to Literature juga dimeriahkan dengan K-Book Talk: Yujin, Yujin — Suara yang Menghubungkan Generasi. Diskusi buku ini menghadirkan Jiemi Ardian yang merupakan seorang psikiater serta Puty Puar yang merupakan seorang penulis, ilustrator, dan direktur eksekutif Buibu Baca Buku Book Club sebagai pembicara.
Diskusi tersebut dipandu oleh Karlina Octaviany yang merupakan seorang antropolog digital. Diskusi ini membahas isu-isu dalam novel Yujin, Yujin karya penulis Lee Geum-yi yang menggambarkan perjuangan remaja dalam menghadapi trauma, hubungan antara orang tua dan anak, serta peran orang tua bagi pembentukan karakter remaja.
K-Book Talk: Yujin, Yujin — Suara yang Menghubungkan Generasi digelar bersama Karlina Octaviany (kiri), Puty Puar (tengah), dan Jiemi Ardia (kanan).
Yujin, Yujin adalah sebuah novel karya Lee Geum-yi dan telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Karlina menjelaskan bahwa novel ini menceritakan dua gadis remaja bernama Yujin yang berjuang untuk pulih dari trauma masa kecil. Yujin, Yujin menyoroti dinamika kehidupan remaja dalam mencari identitas diri, hubungan antara anak dan orang tua, dan perjuangan remaja untuk menghadapi trauma.
Jiemi dan Puty menekankan pentingnya memahami dan mendukung seseorang yang mengalami trauma agar mereka dapat pulih dan tidak menghakimi mereka. "Alih alih menghakimi, kita harus menjadi masyarakat yang peduli dan berempati terhadap penyandang trauma dengan cara memahami, melindungi dan mendukung mereka untuk sembuh dari luka," ujar Jiemi.
Selama acara Korean Day 2025: From Culture to Literature, peserta dapat membeli buku-buku Korea yang telah dikurasi oleh Penerbit Haru di Toko Buku Kedai Patjarmerah dan mendapatkan diskon spesial.
Pengunjung juga bisa mencoba permainan tradisional Korea bernama yunnori dalam acara Korean Day 2025: From Culture to Literature.
Korean Day 2025: From Culture to Literature juga menghadirkan sesi berbagi bertajuk "Hari ini Kita Makan Topoki dan Mengenang Buku-Buku yang Menyelamatkan Kita." Diskusi ini membahas rekomendasi buku-buku Korea tentang pengembangan diri dan kesehatan mental.
Sesi tersebut mengundang Sharon Mailangkay yang merupakan Ketua BTS Army Help Center Indonesia, Meita Eryanti selaku Partnership Manager Buibu Baca Buku Book Club, dan Rifa Nauvaliyah selaku Koordinator Kumpul Baca Cirebon sebagai pembicara. Peserta saling merekomendasikan buku bacaan mereka sambil menikmati topoki yang disajikan.
Penulis merasa senang dapat berpartisipasi dalam acara Korean Day 2025: From Culture to Literature karena bisa mendapatkan wawasan dan perspektif baru tentang budaya dan sastra Korea.
margareth@korea.kr
*Artikel ini ditulis oleh Wartawan Kehormatan Korea.net. Wartawan Kehormatan merupakan komunitas masyarakat dunia yang menyukai Korea dan membagikan minat mereka terhadap Korea dalam bentuk tulisan.