Kebudayaan

2026.01.12

Foto di atas menunjukkan suasana babak final LCK musim tahun 2025 yang digelar pada tanggal 28 September 2025 di Inspire Arena, Incheon. (Flickr resmi LCK)

Foto di atas menunjukkan suasana babak final LCK musim tahun 2025 yang digelar pada tanggal 28 September 2025 di Inspire Arena, Incheon. (Flickr resmi LCK)



Penulis: Margareth Theresia

Gim kini sudah bertumbuh dari sekadar permainan hiburan biasa menjadi seni budaya. Para pemain menggunakan gim untuk terus berkomunikasi dan bertumbuh sehingga gim menjadi industri besar masa kini.


Industri gim di Korea pun tumbuh pesat melalui pembuatan konten dan distribusi. Selain itu, olahraga elektronik (esports) di Korea pun tumbuh melalui kompetisi yang sistematis.

Korea berhasil menguasai 6,2% pasar dunia di tahun 2019 sehingga mencapai peringkat lima dunia untuk industri gim terbesar. Posisi Korea naik ke peringkat empat dunia pada tahun 2023 karena berhasil mengasai hingga 7,8% pangsa pasar dunia.


Hal tersebut diungkapkan dalam Buku Putih Gim Republik Korea tahun 2024 yang diterbitkan oleh KOCCA (Badan Konten Kreatif Korea). Korea saat ini berada di belakang Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang dalam penguasaan industri gim di dunia.

Foto di atas menunjukkan salah satu konten Land of the Morning Light dalam gim Black Desert. Gim tersebut menggunakan peta Korea dan grafik tempat-tempat tradisional Korea untuk memperkenalkan budaya Korea kepada dunia. (Facebook resmi Black Desert)

Foto di atas menunjukkan salah satu konten Land of the Morning Light dalam gim Black Desert. Gim tersebut menggunakan peta Korea dan grafik tempat-tempat tradisional Korea untuk memperkenalkan budaya Korea kepada dunia. (Facebook resmi Black Desert)


Industri gim di Korea mulai tumbuh berkat pembangunan infrastruktur jaringan internet cepat pada akhir tahun 1990-an dan penyebaran PC bang (warung internet).

Ekosistem gim daring berkembang pesat di Korea melalui model layanan langsung berbasis permainan peran daring multipemain masif (MMORPG) dengan ribuan pengguna. Hal ini pula yang mendorong pertumbuhan industri gim global.

Penggunaan telepon pintar yang masif pada tahun 2010-an membuat industri gim pun mengalami perubahan. Industri gim Korea memulai strategi untuk meluncurkan gim baru secara serentak di seluruh dunia.

Periode inilah yang melihat kelahiran hak atas kekayaan intelektual (HKI) global untuk gim-gim yang diluncurkan, seperti PUBG: Battlegrounds.


Foto di atas menunjukkan suasana kompetisi Liga Esports Universitas Musim Tahun 2025 yang digelar pada tanggal 22 November 2025 di Gwangju e-Sports Arena, Dong-gu, Gwangju. (Flickr resmi Asosiasi e-Sports Korea)

Foto di atas menunjukkan suasana kompetisi Liga Esports Universitas Musim Tahun 2025 yang digelar pada tanggal 22 November 2025 di Gwangju e-Sports Arena, Dong-gu, Gwangju. (Flickr resmi Asosiasi e-Sports Korea)


Esports pun berkembang menjadi sebuah industri baru dari kompetisi kecil di PC bang menjadi liga reguler dengan siaran langsung dan tim profesional.

League of Legends Champions Korea (LCK) diluncurkan pada tahun 2012 sebagai liga resmi di Korea untuk gim LoL. Liga tersebut dioperasikan secara sistematis dengan digelar di stadion khusus untuk para pemain gim. LCK kini digelar dengan sepuluh tim profesional dengan pertandingan yang digelar setiap musimnya.

Perkembangan pesat esports di Korea tersebut juga melahirkan para atlet tim nasional yang mampu meraih empat medali emas pada Asian Games Hangzhou pada tahun 2023.

Kepopuleran esports Korea pun meluas ke acara-acara luring. Kompetisi yang digelar di stadion khusus esports atau di stadion besar seperti Gocheok Dome selalu berhasil menjual tiket hingga habis. Pertandingan esports kini digelar di stadion berkapasitas sepuluh ribu orang ke atas karena semakin tingginya minat warga terhadap esports.

Sekretaris Jenderal LCK, Aiden Lee, berkata, "Lebih dari 60% penonton LCK adalah penonton asing, terutama dari wilayah Asia."

Ia melanjutkan, "Atlet-atlet Korea bahkan menggelar jumpa penggemar dan acara budaya di luar Korea sehingga berkontribusi besar dalam meningkatkan citra Korea di dunia."


Foto di atas menunjukkan Paviliun Korea dalam Tokyo Game Show 2025 pada tanggal 25-28 September 2025 di Tokyo, Jepang. (KOCCA)

Foto di atas menunjukkan Paviliun Korea dalam Tokyo Game Show 2025 pada tanggal 25-28 September 2025 di Tokyo, Jepang. (KOCCA)


Pemerintah pun berjuang bersama pihak industri untuk mempromosikan dan melindungi industri gim. Untuk memperluas penggunaan gim yang aman, pemerintah membuka pelatihan gim dan membangun sistem tanggapan terhadap penggunaan gim yang berlebihan.


margareth@korea.kr

konten yang terkait