Bisnis

2026.02.02

Korea telah menandatangani kontrak pengadaan teknologi alutsista (alat utama sistem senjata) sebesar 922 juta dolar dengan Norwegia pada tanggal 30 Januari 2026 (waktu setempat).   (Yonhap News)

Korea telah menandatangani kontrak pengadaan teknologi alutsista (alat utama sistem senjata) sebesar 922 juta dolar dengan Norwegia pada tanggal 30 Januari 2026 (waktu setempat). (Yonhap News)



Penulis: Koh Hyunjeong

Korea telah menandatangani kontrak pengadaan teknologi alutsista (alat utama sistem senjata) sebesar 922 juta dolar dengan Norwegia pada tanggal 30 Januari 2026 (waktu setempat).

Hanwha Aerospace mengungkapkan pada tanggal 2 Februari 2026 bahwa kontrak 'paket lengkap' Chunmoo telah ditandatangani dengan Badan Pengadaan Peralatan Pertahanan Norwegia (NDMA).

Kontrak tersebut mencakup 16 unit peluru kendali Chunmoo, rudal berpemandu, dan dukungan logistik terpadu.

Korea telah mengembangkan diplomasi pertahanan sejak tahun 2025 untuk mewujudkan penandatanganan kontrak karena bersaing dengan sistem persenjataan utama NATO (Pakta Pertahanan Atlantik Utara), yaitu HIMARS buatan Amerika Serikat dan EURO-PULS buatan Eropa.

Akan tetapi, berkat strategi diplomasi utusan khusus Presiden Lee Jae Myung serta diskusi dengan Menteri Pertahanan Nasional, Ahn Gyu-Back, Korea berhasil melanjutkan komunikasi tingkat tinggi dengan pihak Norwegia.

Dukungan pihak industri dari Hanwha Aerospace pun turut mendorong pencapaian ekspor industri pertahanan pertama tahun 2026.

Kepala Staf Presiden, Kang Hoon-sik, menilai, "Kontrak ini menjadi pijakan strategis untuk masuk ke pasar Eropa Utara secara penuh melalui keunggulan teknologi yang mampu beroperasi secara sempurna bahkan dalam kondisi ekstrem bersuhu sangat rendah."


hjkoh@korea.kr

konten yang terkait