Bisnis

2025.12.31

Angka penutupan KOSPI 4.214,17 ditampilkan di monitor ruang dealing Hana Bank di Jung-gu, Seoul, pada tanggal 30 Desember 2025, hari penutupan bursa saham 2025. (Yonhap News)

Angka penutupan KOSPI 4.214,17 ditampilkan di monitor ruang dealing Hana Bank di Jung-gu, Seoul, pada tanggal 30 Desember 2025, hari penutupan bursa saham 2025. (Yonhap News)



Penulis: Kang Gahui

Pada tahun ini indeks KOSPI mencatat kenaikan lebih dari 75 persen, menempati peringkat pertama di antara negara-negara anggota G20 dan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Dalam laporan Penutupan Pasar Sekuritas 2025 yang diumumkan Korea Exchange pada tanggal 30 Desember 2025, indeks KOSPI mengakhiri perdagangan di 4.214,17 poin, melonjak 75,6 persen dari 2.399 poin pada akhir tahun sebelumnya.

Kinerja ini jauh mengungguli Chile yang berada di peringkat kedua dengan kenaikan 57 persen. Jepang mencatat kenaikan 27 persen, disusul Tiongkok 18 persen dan Amerika Serikat 17 persen.

Pada awal tahun, indeks KOSPI sempat tertekan hingga mencatat titik terendah tahunan di level 2.293 poin pada tanggal 9 April 2025, seiring meningkatnya ketidakpastian domestik dan global, termasuk instabilitas politik serta kekhawatiran atas kebijakan tarif timbal balik AS. Namun, setelah terbentuknya pemerintahan baru, indeks berbalik menguat didorong oleh kebijakan pengaktifan pasar modal serta perbaikan kondisi industri semikonduktor.

Secara sektoral, sektor mesin dan peralatan mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 133,7 persen, diikuti listrik dan elektronik (127,9 persen), listrik dan gas (103,5 persen), serta sekuritas (99,9 persen).

Korea Exchange menjelaskan, "Di tengah tren penurunan suku bunga global, perbaikan kinerja sektor perkapalan, pertahanan, energi nuklir, dan semikonduktor, serta meningkatnya ekspektasi terhadap kebijakan pengaktifan pasar modal menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga saham."

kgh89@korea.kr

konten yang terkait