Presiden Lee Jae Myung berjabat tangan dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, dalam KTT Korea-Turkiye yang digelar pada tanggal 3 November 2026 di Cheong Wa Dae, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Hong Angie
Presiden Lee Jae Myung menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) dengan Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, pada tanggal 3 November 2026 di Cheong Wa Dae. Kedua presiden sepakat untuk memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara tersebut.
Menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Korea-Turkiye pada tahun 2027, KTT tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan kerja sama kedua negara ke sektor-sektor industri baru yang strategis dan berorientasi masa depan, seperti energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta sumber daya alam dan mineral.
Dalam pernyataan pers bersama seusai KTT, Presiden Lee mengatakan, "Saya berharap melalui pertemuan hari ini kedua negara dapat mengembangkan kemitraan strategis secara lebih substantif serta melanjutkan pembahasan mendalam guna meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara."
Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Erdogan mengatakan, "Kami terus mengembangkan hubungan di segala bidang dengan Republik Korea yang merupakan negara sahabat, sekutu seperjuangan, dan mitra strategis kami."
KTT kali ini juga menghasilkan langkah konkret dalam kerja sama industri, khususnya di bidang pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan industri pertahanan.
Terkait PLTN, Presiden Lee menjelaskan latar belakang penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembiayaan proyek PLTN.
"Korea dan Turkiye menilai bahwa kerja sama untuk proyek pembangunan PLTN Sinop di Turkiye, termasuk evaluasi tapak dan pelaksanaan kegiatan kelompok kerja bersama, berjalan lancar berlandaskan MoU kerja sama energi nuklir yang ditandatangani pada November 2025," ujarnya.
Pemerintah Korea pun berencana mendukung perusahaan-perusahaan Korea agar dapat terlibat secara proaktif dalam proyek pembangunan PLTN Sinop.
Kerja sama industri pertahanan Korea dan Turkiye juga akan semakin diperkuat. Kedua presiden sepakat memperluas cakupan kerja sama dengan menjadikan proyek tank ALTAY, salah satu capaian utama kerja sama kedua negara, sebagai pijakan.
Presiden Lee menambahkan, "Kami sepakat untuk memperluas produksi bersama dan kerja sama teknologi ke depan, serta menjajaki peluang bagi perusahaan Korea dan Turkiye untuk bersama-sama memasuki pasar negara ketiga."
Korea dan Turkiye juga menandatangani MoU baru di bidang energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber daya alam dan pertambangan, serta investasi.
Komite Bersama Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Korea-Turkiye juga akan dinaikkan ke tingkat menteri guna memperkuat landasan kerja sama ekonomi di berbagai bidang.
Kedua presiden menegaskan kembali dukungan mereka terhadap kebijakan perdamaian di Semenanjung Korea.
Keduanya juga sepakat untuk berkoordinasi di forum multilateral, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea, Turkiye, dan Australia), serta menjalin komunikasi erat guna mengupayakan penyelesaian damai atas perang di Ukraina dan situasi di Timur Tengah.
shong9412@korea.kr