Kebijakan

2026.11.02

Dari kiri ke kanan: Ibu Negara Kim Hea Kyung; Presiden Lee Jae Myung; Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan; dan Ibu Negara Turkiye, Emine Erdogan, berfoto bersama dalam resepsi penyambutan KTT NATO ke-36 pada tanggal 7 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara. (Cheong Wa Dae)

Dari kiri ke kanan: Ibu Negara Kim Hea Kyung; Presiden Lee Jae Myung; Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan; dan Ibu Negara Turkiye, Emine Erdogan, berfoto bersama dalam resepsi penyambutan KTT NATO ke-36 pada tanggal 7 Juli 2026 (waktu setempat) di Istana Kepresidenan Turkiye, Ankara. (Cheong Wa Dae)



Penulis: Hong Angie

Presiden Lee Jae Myung akan menggelar serangkaian pertemuan dengan pemimpin Turkiye dan Timor Leste pada pekan pertama November 2026 untuk memperkuat kerja sama di bidang industri strategis masa depan serta memperluas jangkauan diplomasi Korea.

Dalam keterangan tertulis pada tanggal 1 November 2026, Juru Bicara Cheong Wa Dae, Kang Yu-jung, menyampaikan bahwa Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea pada tanggal 2-4 November 2026.

Sementara itu, Presiden Timor Leste, Jose Ramos-Horta, akan melakukan kunjungan resmi ke Korea pada tanggal 5-7 November 2026.

Presiden Lee akan mengawali rangkaian agenda bersama Presiden Erdogan dengan upacara penyambutan resmi pada tanggal 3 November 2026. Agenda tersebut akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serta jamuan makan malam kenegaraan.

Kedua presiden akan membahas kerja sama perdagangan dan investasi serta langkah-langkah kerja sama di berbagai bidang industri masa depan, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN), industri pertahanan, bioteknologi, energi, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.

Keduanya juga akan membahas berbagai isu internasional utama, termasuk situasi di Semenanjung Korea dan Timur Tengah.

Kunjungan Presiden Erdogan kali ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Korea sejak tahun 2018. Kunjungan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum untuk semakin memperkokoh kemitraan strategis kedua negara menjelang peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Korea-Turkiye pada tahun 2027.

Selanjutnya, pada tanggal 6 November 2026 Presiden Lee akan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Ramos-Horta, penerima Nobel Perdamaian tahun 1996. Agenda tersebut akan dilanjutkan dengan penandatanganan MoU, jamuan makan siang resmi, serta penyampaian pernyataan pers bersama.

Kunjungan tersebut merupakan kunjungan resmi bilateral pertama presiden Timor Leste ke Korea sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada tahun 2002.

Kedua presiden akan membahas secara mendalam langkah-langkah untuk memperluas kerja sama konkret di berbagai bidang, seperti diplomasi dan keamanan, kekayaan intelektual, perubahan iklim, pendidikan, serta pertukaran antarmasyarakat.

Korea telah berkontribusi dalam mewujudkan perdamaian dan pembangunan kembali Timor Leste, antara lain melalui penugasan Unit Sangnoksu dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1999-2003.

Nilai strategis kerja sama kedua negara pun semakin meningkat seiring bergabungnya Timor Leste secara resmi sebagai negara anggota ke-11 ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara).

Cheong Wa Dae menyatakan bahwa rangkaian pertemuan bilateral tersebut akan menjadi momentum penting untuk memperdalam kerja sama konkret berlandaskan kepercayaan yang telah lama dibangun dengan negara-negara sahabat sekaligus memperluas jangkauan diplomasi Republik Korea sebagai kekuatan global yang bertanggung jawab.


shong9412@korea.kr

konten yang terkait