Presiden Lee Jae Myung menyampaikan pidato pengantar RAPBN 2027 pada tanggal 2 November 2026 di Majelis Nasional, Yeouido, Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Xu Aiying
Pada tanggal 2 November 2026, Presiden Lee Jae Myung menegaskan, "Kita harus melakukan transformasi besar dengan beralih dari 'pertumbuhan bagi segelintir pihak' yang peluang dan hasilnya terkonsentrasi pada daerah dan lapisan masyarakat tertentu serta segelintir perusahaan, menuju 'pertumbuhan bagi semua' yang memungkinkan seluruh daerah dan seluruh rakyat menikmati peluang dan hasil pertumbuhan secara merata."
Presiden Lee menyampaikan pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 pada hari itu di ruang sidang paripurna Majelis Nasional, Yeouido, Seoul. Ia menjelaskan mengenai arah kebijakan RAPBN tersebut yang nilainya mencapai 820,9 triliun won, meningkat 12,8% dibandingkan dengan anggaran tahun 2026.
Presiden Lee menjelaskan RAPBN 2027 dengan mengatakan, "(RAPBN tersebut) merupakan anggaran untuk meraih keunggulan di masa depan guna mewujudkan Republik Korea yang tak tergantikan dan menjadikannya negara terdepan, sekaligus anggaran untuk memperluas manfaat pertumbuhan agar pertumbuhan negara juga menghasilkan pertumbuhan bagi rakyat."
Ia mengemukakan tiga prinsip penyusunan RAPBN 2027, yakni berinvestasi secara berani tanpa memboroskan dana untuk hal-hal yang tidak efisien, mengutamakan belanja pemerintah dibandingkan dengan belanja perpajakan, serta memberikan prioritas kepada daerah untuk mewujudkan pembangunan nasional yang seimbang.
Untuk itu, pemerintah telah meninjau ulang seluruh program belanja pemerintah dari awal dan menata kembali struktur belanja senilai total 107,2 triliun won pada 6.476 program, termasuk menghapus lebih dari 2.100 program.
Pemerintah juga mengalihkan 17 skema belanja perpajakan senilai total 1,9 triliun won, termasuk kredit pajak untuk pernikahan dan kelahiran anak, menjadi dukungan anggaran agar lebih banyak warga memperoleh manfaat.
Selain itu, jumlah program yang memberikan prioritas kepada daerah ditingkatkan menjadi 61 program dengan bantuan yang semakin besar bagi daerah yang semakin jauh dari kawasan ibu kota.
Presiden Lee menyebut pengurangan kesenjangan sosial sebagai bidang prioritas pertama dalam RAPBN 2027.
Standar pendapatan median yang menjadi dasar penentuan penerima manfaat sekitar 60 program kesejahteraan akan dinaikkan sebesar 6,7%.
Dukungan bagi pelaku usaha kecil dan pekerja mandiri juga akan diperkuat, sementara anggaran bagi generasi muda dialokasikan sebesar 43,3 triliun won yang naik 53,5% dibandingkan dengan anggaran tahun 2026.
Pemerintah akan mengalokasikan 33 triliun won, lebih dari dua kali lipat anggaran tahun 2026, untuk transformasi besar dalam pembangunan wilayah nasional dan pertumbuhan yang dipimpin daerah.
Pusat administrasi juga akan dipindahkan ke daerah. Kondisi kehidupan di daerah akan ditingkatkan, termasuk dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan.
Prioritas kedua adalah memastikan tersedianya penggerak pertumbuhan masa depan. Pemerintah akan menginvestasikan 21,3 triliun won untuk bidang kecerdasan buatan (AI) serta tiga megaproyek yang mencakup semikonduktor, AI fisik, dan pusat data AI.
Sebesar 13,8 triliun won dialokasikan untuk '10 teknologi strategis generasi berikutnya' yang akan mengikuti jejak semikonduktor.
Anggaran penelitian dan pengembangan ditetapkan sebesar 39,5 triliun won dengan fokus pada teknologi yang akan memimpin masa depan, termasuk tujuh proyek SEED.
Ketujuh proyek tersebut mencakup reaktor modular kecil (SMR), fusi nuklir, energi terbarukan, teknologi kuantum, antariksa dan penerbangan, bioteknologi maju, serta rantai pasok industri berteknologi tinggi.
Investasi untuk melindungi nyawa dan keselamatan rakyat serta menjaga perdamaian juga akan diperkuat. Anggaran pertahanan tahun 2027 ditetapkan sebesar 73,3 triliun won.
Pemerintah berencana menyiapkan kekuatan militer yang diperlukan untuk mengambil alih kembali kendali operasional pada masa perang sekaligus memperoleh aset militer utama seperti kapal selam bertenaga nuklir dan pesawat tempur KF-21. Sistem terpadu berawak dan nirawak berbasis AI, robot, dan drone juga akan dibangun.
Menutup pidatonya, Presiden Lee mengatakan, "Kuncinya adalah pelaksanaan dan kecepatan."
Ia juga menyampaikan, "Saya meminta kerja sama aktif dari Majelis Nasional agar RAPBN 2027 beserta rancangan undang-undang pendukungnya dapat disahkan paling lambat 2 Desember 2026, sesuai tenggat yang ditetapkan hukum."
xuaiy@korea.kr