Presiden Lee Jae Myung (kanan) berjabat tangan dengan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menjelang KTT Korea-Jerman dalam format diperluas pada tanggal 29 Oktober 2026 di Cheong Wa Dae, Seoul.
Penulis: Oh Jung Eun
Foto: Cheong Wa Dae
Presiden Lee Jae Myung dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menggelar konferensi tingkat tinggi (KTT) Korea-Jerman pada tanggal 29 Oktober 2026 di Cheong Wa Dae.
Dalam pernyataan pers bersama, kedua pemimpin mendeklarasikan pembentukan "Kemitraan Strategis yang Diperkuat."
Jerman merupakan mitra dagang terbesar Korea di Eropa sekaligus salah satu kekuatan industri manufaktur dunia. Nilai perdagangan kedua negara selama ini melampaui 30 miliar dolar AS per tahun dengan semikonduktor, mobil, dan obat-obatan sebagai produk utama.
Di bidang ekonomi, Korea dan Jerman sepakat memperluas kerja sama yang selama ini berfokus pada perdagangan dan investasi ke bidang industri dan teknologi tinggi.
Untuk itu, keduanya akan menggiatkan penelitian bersama, menjajaki peluang proyek industri, serta mengintensifkan kerja sama di bidang teknologi dan standar. Kerja sama di bidang mineral kritis dan energi juga akan diperkuat guna membangun landasan untuk menghadapi ketidakpastian rantai pasok.
Terkait rancangan Regulasi Percepatan Industri yang sedang dibahas Uni Eropa, Presiden Lee meminta perhatian dan dukungan Jerman agar Korea memperoleh perlakuan setara dengan negara-negara anggota Uni Eropa.
Permintaan ini didasarkan pada posisi Korea sebagai salah satu mitra utama Uni Eropa dalam perjanjian perdagangan bebas (FTA).
Di bidang pertahanan, kedua negara sepakat memperkuat komunikasi strategis antarotoritas pertahanan serta mengupayakan agar Perjanjian Perlindungan Informasi Rahasia Militer segera disepakati. Langkah ini bertujuan memperkokoh landasan kelembagaan kerja sama pertahanan dan keamanan kedua negara.
Berbekal keunggulan teknologi dan kapasitas industri pertahanan masing-masing, Korea dan Jerman juga sepakat menjajaki peluang kerja sama yang saling menguntungkan antarperusahaan di sektor tersebut.
Dalam pembahasan mengenai pertukaran budaya dan antarmasyarakat, Presiden Lee menyebut bahwa tahun 2026 menandai 60 tahun sejak pengiriman perawat Korea ke Jerman.
Ia mengapresiasi pengabdian dan kerja keras para penambang serta perawat Korea yang berangkat ke Jerman dalam mendukung pembangunan ekonomi kedua negara dan mempererat hubungan persahabatan.
Berlandaskan ikatan sejarah tersebut, kedua negara sepakat memperluas kerja sama pendidikan dan budaya. Keduanya juga akan meningkatkan pertukaran dan saling pengertian antara generasi muda Korea dan Jerman, termasuk melalui program working holiday.
Kunjungan ini merupakan lawatan pertama Kanselir Merz ke Korea sejak menjabat sekaligus kunjungan bilateral pertama seorang kanselir Jerman ke Korea dalam tiga tahun.
Kedua pemimpin kembali bertemu sekitar empat bulan setelah KTT Korea-Jerman di sela-sela KTT G7 di Prancis pada Juni 2026.
Presiden Lee Jae Myung (kanan) dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan pernyataan pers bersama pada tanggal 29 Oktober 2026 di Cheong Wa Dae, Seoul.