Platform WISE yang dikembangkan RDA bersama Universitas A&M Texas Amerika Serikat telah diperkenalkan dalam COP17 UNCCD yang digelar tanggal 18-21 Agustus 2026 (waktu setempat) di Ulan Bator, Mongolia. (RDA)
Penulis: Lee Ji Yae
Badan Administrasi Pengembangan Pertanian (RDA) perkenalkan platform WISE (Water, Impact, and Sustainability Estimator) kepada masyarakat dunia. Platform tersebut memberikan informasi terkait pengaruh banjir dan kekeringan secara global.
RDA mengungkapkan pada tanggal 23 Agustus 2026 bahwa platform WISE yang dikembangkan bersama Universitas A&M Texas Amerika Serikat tersebut telah diperkenalkan dalam COP17 UNCCD yang digelar tanggal 18-21 Agustus 2026 (waktu setempat) di Ulan Bator, Mongolia.
COP17 UNCCD adalah Konferensi Para Pihak ke-17 Konvensi PBB untuk Penanggulangan Desertifikasi yang membahas upaya global mengatasi degradasi lahan, penggurunan, dan kekeringan.
WISE merupakan platform yang menganalisis risiko kekeringan dan banjir serta kondisi penggunaan air di wilayah pertanian melalui website yang digunakan oleh pengguna global.
Platform tersebut memberikan informasi yang bisa digunakan oleh para pembuat kebijakan dan peneliti untuk memahami risiko bencana dan kekurangan air di wilayah pertanian akibat perubahan iklim.
Sebagai bagian dari acara konferensi, Jun Sangmin dari Institut Nasional Ilmu Pertanian memperkenalkan proses pengembangan dan kondisi terkini layanan WISE.
Selain itu, Jang Jaehak dari Universitas A&M Texas pun memperlihatkan fungsi utama dan cara penggunaan WISE.
RDA berencana akan mendaftarkan dan memasukkan WISE secara resmi ke Drought Toolbox, yaitu perangkat daring UNCCD untuk penanganan kekeringan.
Korea pun menargetkan akan memperluas kerja sama internasional agar data-data pertanian Korea bisa digunakan untuk mengelola kekeringan di berbagai negara, memprediksi pengaruh preubahan iklim, menilai kelemahan (wilayah pertanian), serta membagikan contoh unggul wilayah-wilayah yang berhasil menurunkan risiko pertanian.
ljyhwa@korea.kr