Presiden Lee Jae Myung menyampaikan pidato dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan Korea ke-81 yang digelar pada tanggal 15 Agustus 2026 di Sejong Center, Jongno-gu, Seoul. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Lee Ji Yae
Presiden Lee Jae Myung mengusulkan kepada Korea Utara untuk menghentikan permusuhan yang tidak perlu dan memulai pembahasan antarpihak untuk mewujudkan perdamaian bersama.
Presiden Lee mengungkapkan hal tersebut dalam pidato yang disampaikan di upacara peringatan Hari Kemerdekaan Korea ke-81 yang digelar pada tanggal 15 Agustus 2026 di Sejong Center, Jongno-gu, Seoul.
Ia mengatakan, "Kami akan memulai perjalanan panjang untuk mengakhiri perang dan mengubah sistem gencatan senjata yang tidak stabil di Semenanjung Korea menjadi sistem perdamaian."
Presiden Lee lalu menyerukan agar semua pihak menghilangkan niat untuk saling mengecam dan memulai pembahasan antarpihak guna mengakhiri perang yang telah berlangsung sangat lama.
Ia lalu menambahkan, "Melalui pembahasan tersebut, kita juga dapat mendiskusikan langkah-langkah efektif untuk menghentikan kemampuan nuklir Korea Utara."
Usulan kali ini merupakan bagian dari rencana Presiden Lee untuk mengembangkan prinsip-prinsip kebijakan terhadap Korea Utara yang ia sampaikan dalam pidato Hari Kemerdekaan Korea ke-80 pada tahun 2025 menjadi sebuah langkah konkret.
Presiden Lee saat itu menyatakan bahwa ia tidak akan mengupayakan unifikasi melalui penyerapan dalam bentuk apa pun dan tidak akan melakukan tindakan permusuhan apa pun.
Ia pun kala itu menegaskan bahwa era pertentangan dan permusuhan harus diakhiri serta era baru di Semenanjung Korea yang berlandaskan pada perdamaian dan pertumbuhan bersama perlu dibuka.
Presiden Lee juga menekankan bahwa semangat hubungan antar-Korea yang menghormati sistemnya masing-masing sekaligus mengupayakan unifikasi secara damai tercermin dalam berbagai kesepakatan bersama antar-Korea.
Kesepakatan itu antara lain adalah Perjanjian Dasar Antar-Korea, Deklarasi Bersama Utara-Selatan 15 Juni, Deklarasi KTT Utara-Selatan 2007, Deklarasi Panmunjom, serta Deklarasi Bersama September 2018.
Dalam pidato tanggal 15 Agustus 2026, Presiden Lee kembali menegaskan tekadnya untuk melampaui permusuhan dan konfrontasi serta bergerak menuju perdamaian dan kemakmuran bersama.
ljyhwa@korea.kr