Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, menyampaikan pernyataan dalam Rapat Menteri Urusan Ekonomi Eksternal yang digelar pada tanggal 20 Juli 2026 di Kompleks Pemerintahan Sejong. (Yonhap News)
Penulis: Lee Jihae
Pemerintah Korea akan menjalankan strategi Paket K-AI dengan memanfaatkan bantuan pembangunan resmi (ODA) berbentuk pinjaman.
Strategi tersebut bertujuan untuk membantu pertumbuhan negara-negara berkembang sekaligus memperluas ekspansi perusahaan kecerdasan buatan (AI) Korea ke pasar global.
Pemerintah mengumumkan Strategi Pengembangan Paket K-AI Berbasis ODA Pinjaman dalam Rapat Menteri Urusan Ekonomi Eksternal yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, pada tanggal 20 Juli 2026 di Kompleks Pemerintahan Sejong.
Paket K-AI merupakan model proyek ODA terpadu yang menggabungkan proyek pembangunan infrastruktur melalui Dana Kerja Sama Pembangunan Ekonomi (EDCF) dengan solusi AI, pusat data AI, serta fasiltas pembangkit energi terbarukan.
Oleh karena itu, pemerintah telah menyiapkan berbagai pilihan proyek berbasis teknologi dan komponen di tujuh bidang utama, yaitu sumber daya air, kesehatan, energi, transportasi, pertanian, kebudayaan, dan pendidikan.
Pemerintah juga berencana menghubungkan paket tersebut dengan berbagai instrumen kerja sama pembangunan, seperti EDCF, Program Berbagi Pengetahuan (KSP), dana perwalian dan pembiayaan bersama bank pembangunan multilateral, serta pembiayaan pembangunan.
Sebagai langkah awal, pemerintah akan terus mengidentifikasi kebutuhan proyek di negara-negara mitra dan bidang AI akan diprioritaskan dalam program KSP untuk tahun 2027.
jihlee08@korea.kr