Kebijakan

2026.05.15

Foto di atas menunjukkan foto satelit Selat Hormuz. (NASA)

Foto di atas menunjukkan foto satelit Selat Hormuz. (NASA)



Penulis: Kim Seon Ah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz perlu dibuka kembali, sementara 26 negara termasuk Korea mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan jaminan kebebasan pelayaran maritim di kawasan tersebut.

Menurut CNN, para pemimpin dari 26 negara, termasuk Korea, Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Kanada, Qatar, dan Bahrain pada tanggal 14 Mei 2026 (waktu setempat) menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa mereka akan memanfaatkan upaya diplomatik, ekonomi, dan militer secara bersama untuk mendukung kebebasan pelayaran maritim di Selat Hormuz.

Mereka mengatakan bahwa kebebasan pelayaran maritim harus dijamin sesuai Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) dan hukum internasional. Mereka juga menegaskan kesiapan untuk mendukung misi militer multinasional yang bersifat defensif, termasuk operasi pembersihan ranjau laut.

Namun, mereka menjelaskan bahwa misi tersebut bertujuan melengkapi upaya diplomatik dan deeskalasi yang sedang berlangsung, dan hanya akan dijalankan apabila situasi yang kondusif telah tercipta.

Isu Selat Hormuz juga menjadi agenda utama dalam pertemuan puncak AS-Tiongkok. Setelah pertemuan tersebut, Presiden Trump mengatakan, "Presiden Xi juga menginginkan Selat Hormuz dibuka kembali." Ia menambahkan bahwa pihak Tiongkok menyatakan kesediaan untuk membantu tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Gedung Putih juga menyatakan bahwa kedua pihak sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka demi menjamin arus energi dunia.

sofiakim218@korea.kr

konten yang terkait