Kebijakan

2026.05.13

Menhan Ahn Gyu-Back (kedua dari kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth (kedua dari kanan) menggelar pertemuan menteri pertahanan Korea-AS di gedung Kementerian Pertahanan AS pada tanggal 11 Mei 2026 (waktu setempat). (Kementerian Pertahanan Nasional)

Menhan Ahn Gyu-Back (kedua dari kiri) dan Menhan AS Pete Hegseth (kedua dari kanan) menggelar pertemuan menteri pertahanan Korea-AS di gedung Kementerian Pertahanan AS pada tanggal 11 Mei 2026 (waktu setempat). (Kementerian Pertahanan Nasional)



Penulis: Kang Gahui

Menteri Pertahanan Nasional Ahn Gyu-Back yang tengah berkunjung ke Amerika Serikat menyatakan bahwa pemerintah Korea telah menyampaikan kepada pihak AS bahwa Korea sedang meninjau kemungkinan kontribusi secara bertahap terkait pemulihan kebebasan pelayaran maritim di Selat Hormuz.

Menurut media Korea seperti Yonhap News, Menteri Ahn dalam pertemuan dengan wartawan di Kedutaan Besar Korea di Washington D.C. pada tanggal 12 Mei 2026 (waktu setempat) mengatakan, "Sebagai anggota masyarakat internasional yang bertanggung jawab, kami akan turut berpartisipasi. Korea telah menyampaikan kepada pihak AS mengenai kemungkinan meninjau kontribusi secara bertahap."

Menteri Ahn menyebut bentuk kontribusi tersebut dapat berupa pernyataan dukungan, pengiriman personel, pertukaran informasi, hingga dukungan aset militer. Namun, ia menegaskan bahwa belum ada pembahasan mendalam mengenai perluasan partisipasi militer Korea. Ia menambahkan bahwa sejumlah hal juga harus melalui prosedur hukum Korea.

Sebelumnya, Cheong Wa Dae menyatakan kecaman keras setelah penyebab kebakaran kapal Korea HMM Namu di Selat Hormuz dipastikan disebabkan oleh serangan dari luar. Pemerintah juga menegaskan akan terus berpartisipasi dalam upaya internasional guna menjamin keselamatan kapal dan kebebasan pelayaran maritim.

Menteri Ahn juga menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth menyatakan pemahaman terhadap pengalihan kendali operasi perang masa perang (OPCON) berdasarkan syarat tertentu.

Ia mengatakan telah menjelaskan upaya Korea untuk meningkatkan anggaran pertahanan dan memperkuat kemampuan militer utama guna mewujudkan pertahanan Semenanjung Korea yang dipimpin Korea. Menurutnya, isu utama aliansi seperti pengalihan OPCON dan rencana pembangunan kapal selam bertenaga nuklir juga dibahas secara terbuka dan mendalam.

Menteri Ahn menegaskan bahwa pihak Korea tetap berkomitmen untuk mendorong percepatan pengalihan OPCON. Ia juga menyatakan akan terus berupaya memperoleh pemahaman dan dukungan dari pihak AS terkait hal-hal yang diperlukan.

Sebelumnya, Menteri Ahn menggelar pertemuan dengan Menteri Hegseth di gedung Kementerian Pertahanan AS sehari sebelumnya dan merilis pernyataan bersama. Setelah itu, ia juga bertemu dengan pejabat pelaksana tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao untuk meminta dukungan aktif terkait pengadaan kapal selam bertenaga nuklir.

kgh89@korea.kr

konten yang terkait