Kebijakan

2026.05.12

Kepala Kantor Keamanan Nasional Cheong Wa Dae, Wi Sung-lac, menyampaikan pengarahan pada tanggal 11 Mei 2026 di Cheong Wa Dae terkait serangan terhadap kapal Korea HMM Namu di Selat Hormuz. (Yonhap News)

Kepala Kantor Keamanan Nasional Cheong Wa Dae, Wi Sung-lac, menyampaikan pengarahan pada tanggal 11 Mei 2026 di Cheong Wa Dae terkait serangan terhadap kapal Korea HMM Namu di Selat Hormuz. (Yonhap News)



Penulis: Xu Aiying

Kepala Kantor Keamanan Nasional Cheong Wa Dae, Wi Sung-lac, menyampaikan sikap pemerintah Korea pada tanggal 11 Mei 2026 terkait hasil konfirmasi bahwa kebakaran pada kapal Korea HMM Namu di Selat Hormuz disebabkan oleh serangan dari pihak luar.

Ia mengatakan, "Pemerintah Republik Korea berpandangan bahwa serangan terhadap kapal sipil seperti kapal HMM Namu, tidak dapat dibenarkan maupun ditoleransi sehingga mengecam keras tindakan tersebut."

Dalam pengarahan di Cheong Wa Dae pada hari itu, Wi menegaskan, "Melalui penyelidikan tambahan, kami akan mengidentifikasi pihak yang melakukan penyerangan, jenis objek, serta ukuran fisiknya untuk mempertimbangkan langkah-langkah respons yang diperlukan."

Ia melanjutkan, "Dua objek terbang tak dikenal menghantam bagian luar buritan kapal HMM Namu sebanyak dua kali dalam selang waktu satu menit lalu muncul api dan asap yang disertai getaran."

Wi menambahkan, "Kapal mengalami kerusakan pada bagian sekitar 1 hingga 1,5 meter di atas permukaan laut."

Ia menjelaskan, "Jika melihat pola kerusakan akibat tekanan ledakan dan bentuk area tembusan yang menyerupai setengah bola, kemungkinan serangan oleh ranjau laut atau torpedo dinilai rendah. Namun, informasi akurat mengenai objek tersebut masih memerlukan penyelidikan tambahan."

Wi menyatakan, "Agar peristiwa semacam ini tidak terulang, kami akan terus berkomunikasi dengan negara-negara terkait dan meningkatkan upaya untuk memperkuat keselamatan seluruh awak kapal dan kapal Korea yang saat ini berada di perairan sekitarnya."

Ia menutup, "Korea juga akan terus berpartisipasi dalam upaya masyarakat internasional untuk menjamin keselamatan seluruh kapal serta kebebasan navigasi."


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait