Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 17 April 2026 terlihat sedang mengikuti konferensi tingkat tinggi virtual bertajuk Inisiatif Kebebasan Pelayaran Maritim di Selat Hormuz yang dipimpin oleh Prancis dan Inggris dari Cheong Wa Dae. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 17 April 2026 menghadiri KTT virtual multinasional terkait kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Ia menyatakan komitmen untuk memberikan kontribusi nyata dalam menjamin kebebasan pelayaran.
Juru Bicara Kepresidenan, Jeon Eun-su, mengatakan dalam keterangan tertulis hari yang sama bahwa Presiden Lee menyampaikan hal tersebut dalam rapat virtual "Inisiatif Kebebasan Pelayaran Maritim di Selat Hormuz." Rapat tersebut dipimpin oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris serta diikuti sekitar 50 pemimpin negara.
Presiden Lee menegaskan bahwa Korea merupakan pemangku kepentingan utama yang mengimpor sekitar 70% minyak mentah melalui Selat Hormuz. Ia menambahkan bahwa Korea akan memberikan kontribusi nyata untuk menjamin kebebasan pelayaran di selat tersebut.
Ia juga mengusulkan agar kebuntuan saat ini segera diatasi dan komunitas internasional mencari mekanisme pengelolaan untuk menjaga stabilitas di selat tersebut.
Dalam pertemuan itu, negara-negara peserta berbagi situasi dan evaluasi terkait Selat Hormuz, serta sepakat meningkatkan kerja sama diplomatik dan militer guna memastikan kebebasan dan keamanan pelayaran serta memperkuat kepercayaan pascakonflik.
dusrud21@korea.kr