Provinsi Chungcheongnam menjadi provinsi pertama di Asia yang bergabung dalam Aliansi Peralihan dari Batu Bara (PPCA) pada Oktober 2018 dan saat ini memimpin emisi nol karbon. Foto di atas menunjukkan para pengunjung yang sedang memperhatikan Paviliun Provinsi Ekonomi Netral Karbon yang dibuka oleh Provinsi Chungcheongnam dalam Pameran Era Pembangunan Daerah Korea yang digelar pada tanggal 19 November 2025 di Ulsan Exhibition & Convention Center. (Provinsi Chungcheongnam)
Penulis: Yoon Sojung
Korea sedang mendorong inovasi hijau untuk menghentikan total produksi asap hitam yang dihasilkan oleh penggerak perekonomian Korea.
Korea mengumumkan bahwa Korea telah bergabung secara resmi dalam Aliansi Peralihan dari Batu Bara (PPCA) dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-30 (COP30) yang digelar pada November 2025 di Belem, Brasil.
Korea menjadi negara kedua setelah Singapura yang bergabung dalam PPCA. Langkah ini mencerminkan tekad kuat pemerintah Korea dalam mewujudkan transformasi energi yang berlandaskan pada netralitas karbon dan energi terbarukan.
PPCA merupakan sebuah aliansi global yang mendorong penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara secara bertahap. Saat ini terdapat 62 negara yang bergabung dalam PPCA, seperti Inggris dan Amerika Serikat.
Menteri Iklim, Energi, dan Lingkungan, Kim Sunghwan, menjelaskan, "Saat ini kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara Korea tergolong besar dan berada dalam peringkat tujuh dunia."
Ia menambahkan, "Sejalan dengan bergabungnya Korea dalam PPCA, pemerintah menegaskan bahwa Korea tidak akan lagi membangun pembangkit listrik tenaga batu baru yang tidak dilengkapi dengan fasilitas pengurangen emisi gas rumah kaca."
Pemerintah daerah berperan lebih inovatif dan cepat dalam menjalankan peran tersebut dibandingkan dengan pemerintah pusat.
Delapan pemerintah Korea bahkan sudah bergabung dan beraktivitas dalam PPCA serta menjalankan peta jalan dekarbonisasi secara nyata.
Setengah dari 60 pembangkit listrik tenaga batu bara di Korea berada di wilayah Chungcheongnam sehingga mendorong Pemerintah Provinsi Chungcheongnam untuk menjadi pemerintah daerah pertama di Asia yang bergabung dalam PPCA pada tahun 2018.
Untuk mewujudkan netralitas karbon, Pemprov Chungcheongnam bergerak dalam mengubah struktur industri mereka melalui transformasi energi dan industri beremisi rendah karbon.
Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menilai kebijakan penghentian pembangkit listrik tanaga batu bara di Provinsi Chungcheongnam sebagai salah satu praktik kebijakan unggulan di bidang pengurangan emisi karbon. Foto di atas menunjukkan Unit 1 dan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Boryeong yang ditutup pada Desember 2020. (Pemerintah Chungcheongnam)
Pemprov Chungcheongnam telah menutup Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Boryeong unit 1 dan 2 lebih awal pada tahun 2020.
Setelah itu, pemprov pun mendorong industri daerah dengan emisi rendah karbon serta mendirikan sabuk industri hidrogen dan kompleks pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai di pesisir Laut Kuning.
Untuk mengurangi kerugian bagi industri dan masyarakat setempat akibat penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara, pemprov mendorong transformasi adil dengan membuat kebijakan khusus, mendorong kestabilan lapangan kerja, dan menciptakan tranformasi lapangan kerja.
Kebijakan Pemprov Chungcheongnam tersebut telah diakui dunia dengan ditetapkan sebagai salah satu praktik kebijakan unggulan dalam bidang pengurangan emisi karbon oleh Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).
Provinsi Gyeonggi terus mencetak hasil emisi nol karbon setelah bergabung dengan PPCA pada September 2020. Foto di atas menunjukkan mantan Duta Besar Inggris untuk Korea, Simon Smith (kiri); mantan Gubernur Gyeonggi, Lee Jae Myung (tengah, saat ini menjabat sebagai Presiden Republik Korea); dan Duta Besar Kanada untuk Korea, Michael Danagher berfoto setelah penandatanganan resmi untuk bergabungnya Provinsi Gyeonggi ke PPCA pada tanggal 1 September 2020. (Pemerintah Provinsi Gyeonggi)
Pemerintah Provinsi Gyeonggo telah berhasil mewujudkan sekitar 90% target RE100 Publik dengan membangun fasilitas berkapasitas 24,3 MW per 15 Desember 2025. Foto di atas memperlihatkan para pejabat Provinsi Gyeonggi dan Yayasan Stadion Piala Dunia Suwon yang sedang mengunjungi pembangkit listrik tenaga surya yang dipasang di atap Pusat Olahraga Stadion Piala Dunia Suwon. (Provinsi Gyeonggi)