Presiden Lee Jae Myung terlihat sedang memimpin Laporan Nasional Strategi Pertumbuhan Ekonomi 2026 di Cheong Wa Dae pada tanggal 9 Januari 2026. (Cheong Wa Dae)
Penulis: Yoo Yeon Gyeong
Presiden Lee Jae Myung pada tanggal 9 Januari 2026 menyatakan bahwa perekonomian Korea tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 2 persen, sedikit melampaui tingkat pertumbuhan potensial. Ia menambahkan bahwa pengembangan industri strategis termasuk semikonduktor serta kebijakan normalisasi pasar keuangan akan semakin memperkuat fondasi ekonomi nasional dan membawa Korea menuju lompatan baru.
Presiden Lee menyampaikan pernyataan tersebut dalam Laporan Nasional Strategi Pertumbuhan Ekonomi 2026 yang digelar di Cheong Wa Dae pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa tahun ini merupakan tahun pertama lompatan besar Korea di semua sektor, sekaligus tahun perdana pemerintahan Lee Jae Myung memikul tanggung jawab penuh atas pengelolaan ekonomi nasional.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah bertekad kuat untuk meninggalkan paradigma pertumbuhan lama, yang hasil pertumbuhannya tidak dinikmati secara merata, serta mewujudkan lompatan ekonomi besar guna memastikan seluruh rakyat memperoleh kesempatan dan manfaat pertumbuhan secara bersama-sama.
Pemerintah berencana menjadikan tahun ini sebagai tahun awal lompatan ekonomi besar dengan berfokus pada kebijakan makroekonomi yang proaktif serta pengembangan industri inti termasuk semikonduktor, kecerdasan buatan (AI), pertahanan, bioteknologi, budaya, dan transformasi hijau (GX). Melalui investasi agresif di sektor industri strategis mutakhir, pemerintah menargetkan peningkatan pertumbuhan jangka pendek sekaligus produktivitas dan daya saing industri secara menyeluruh.
dusrud21@korea.kr