Pada tanggal 6 Januari 2026, harga penutupan KOSPI, Samsung Electronics, dan SK Hynix ditampilkan di ruang dealing Woori Bank di Jung-gu, Seoul. (Yonhap News)
Penulis: Koh Hyunjeong
Pemerintah Korea mendorong masuknya Korea ke dalam Indeks Pasar Negara Maju Morgan Stanley Capital International (MSCI) guna keluar dari fenomena "Korea discount" dan memperoleh penilaian yang lebih adil.
Pada tanggal 9 Januari 2026 pemerintah mengumumkan peta jalan terpadu pasar valuta asing dan pasar modal untuk masuk ke Indeks Pasar Negara Maju MSCI yang telah dibahas bersama lembaga terkait.
MSCI setiap tahun mengklasifikasikan pasar saham global ke dalam empat kategori, yakni pasar negara maju, pasar negara berkembang, pasar frontier, dan pasar mandiri. Pasar saham Korea saat ini masih tergolong sebagai pasar negara berkembang, sehingga selama ini mengalami "Korea discount" meskipun memiliki skala ekonomi yang besar.
Dalam rencana implementasi bertahap kali ini, pemerintah menyatakan akan sepenuhnya mentransformasi struktur pasar modal Korea agar sejalan dengan standar negara maju, termasuk melalui pembukaan pasar valuta asing selama 24 jam serta pembangunan sistem penyelesaian pembayaran won di luar negeri.
Pemerintah juga menaruh perhatian pada proses masuknya Korea ke dalam Indeks Obligasi Pemerintah Dunia (WGBI) yang akan dimulai pada April 2026. WGBI merupakan indeks obligasi pemerintah yang digunakan sebagai acuan oleh dana pensiun global dan bank sentral. Setelah proses inklusi rampung pada November 2026, investor institusional akan membeli obligasi pemerintah sesuai dengan bobot alokasi masing-masing negara dalam indeks tersebut.
Pelaku industri memperkirakan bahwa selama periode inklusi WGBI, dana asing senilai sekitar 80 triliun won akan mengalir ke pasar obligasi pemerintah. Arus dana ini diproyeksikan akan menjadi penopang kuat tidak hanya bagi stabilisasi imbal hasil obligasi pemerintah, tetapi juga bagi stabilitas nilai tukar.
hjkoh@korea.kr