Pemerintah Korea menghapus utang sebesar 1,1 triliun won milik 70 ribu orang warga yang berada di kelompok rentan. Foto di atas menunjukkan Kepala Komisi Layanan Finansial, Lee Eog-won, yang menghadiri upacara peluncuran Dana Lompatan Baru yang digelar pada tanggal 8 Desember 2025 di Busan International Finance Center, Nam-gu, Kota Busan. (Komisi Layanan Finansial)
Penulis: Koh Hyunjeong
Pemerintah Korea menghapus utang sebesar 1,1 triliun won milik 70 ribu orang warga yang berada di kelompok rentan.
Upacara peluncuran Dana Lompatan Baru digelar pada tanggal 8 Desember 2025 di Busan International Finance Center melalui kerja sama antara Komisi Layanan Finansial, Dana Lompatan Baru, dan KAMCO (Korea Asset Managmement Corporation).
Acara tersebut digelar untuk memperingati pemangkasan pertama kredit macet jangka panjang milik kelompok rentan.
Dana Lompatan Baru merupakan bad bank yang didirikan pada bulan Oktober 2025 untuk memangkas kredit macet di bawah 50 juta won yang tertunggak selama minimal tujuh tahun.
Bad bank adalah sebuah struktur korporasi yang memisahkan aset-aset tidak likuid dan berisiko tinggi, seperti kredit macet, yang dimiliki oleh sebuah bank atau lembaga keuangan atau oleh sekelompok bank atau lembaga keuangan.
Sebelumnya, Dana Lompatan Baru telah dua kali mengakuisisi kredit macet jangka panjang dari sekitar 420 ribu orang dengan total nilai mencapai 6,2 triliun won.
Dari jumlah tersebut, kredit macet sebesar 1,1 triliun won dihapuskan pada hari itu. Kredit macet tersebut dimiliki oleh sekitar 70 ribu orang yang merupakan penerima bantuan penghidupan dasar, penyandang disabilitas berat, dan penerima manfaat veteran.
Sekitar setengah dari kredit macet jangka panjang yang dihapuskan tersebut memiliki masa tunggakan antara 20 hingga kurang dari 25 tahun. Lebih dari 80% dari total nilainya berada di bawah 30 juta won.
Dana Lompatan Baru akan mengakuisisi kredit jangka panjang dengan tunggakan minimal tujuh tahun hingga tahun 2026. Skala tunggakan tersebut mencapai 16,4 triliun won dengan jumlah debitur sebanyak 1,13 juta orang.
Kepala Komisi Layanan Finansial, Lee Eog-won, mengatakan, "Penghapusan utang merupakan titik awal untuk memulihkan struktur sirkulasi positif perekonomian Korea sekaligus mewujudkan penghormatan terhadap martabat manusia dan solidaritas sosial."
hjkoh@korea.kr