Bisnis

2025.12.08

Presiden Lee Jae Myung (keempat dari kiri) berfoto bersama Presiden Direktur Grup SoftBank, Mayasoshi Son (ketiga dari kiri) dan CEO arm, Rene Haas (ketiga dari kanan) bersama pejabat tinggi Korea lainnya pada tanggal 5 Desember 2025 di Kantor Kepresidenan Republik Korea, Yongsan-gu, Kota Seoul. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)

Presiden Lee Jae Myung (keempat dari kiri) berfoto bersama Presiden Direktur Grup SoftBank, Mayasoshi Son (ketiga dari kiri) dan CEO arm, Rene Haas (ketiga dari kanan) bersama pejabat tinggi Korea lainnya pada tanggal 5 Desember 2025 di Kantor Kepresidenan Republik Korea, Yongsan-gu, Kota Seoul. (Kantor Kepresidenan Republik Korea)



Penulis: Charles Audouin

Korea menjalin kerja sama dengan arm untuk melatih 1.400 tenaga kerja ahli dalam bidang semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) selama lima tahun ke depan.

Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Sumber Daya mengungkapkan bahwa pada tanggal 5 Desember 2025 pemerintah telah menandatangani nota kesepakatan terkait penguatan industri semikonduktor dan AI dengan Arm, perusahaan perancangan semikonduktor dan perangkat lunak asal Inggris.

Perjanjian tersebut ditandatangani untuk memperkuat kerja sama antara Korea dengan SoftBank dan arm melalui dialog hari itu yang digelar antara Presiden Lee Jae Myung dengan Presiden Direktur Grup Softbank, Mayasoshi Son, dan CEO arm, Rene Haas.

arm saat ini merupakan salah satu perusahaan terbaik di dunia dalam bisang perancangan semikonduktor dan SoftBank menjadi pemegang saham terbesar sejumlah 90% dari total sahamnya.

Perusahaan tersebut juga merupakan platform pemasangan komputer terbaik dunia dengan konsumen dari berbagai perusahaan-perusahaan kelas dunia, seperti Apple, Google, Microsoft, Samsung, NVIDIA, dan Qualcomm.

Kedua belah pihak menyepakati pembentukan sekolah arm untuk melatih tenaga kerja ahli dalam bidang semikonduktor dan AI.

Selain itu, keduanya pun sepakat untuk memperkuat ekosistem dan pertukaran teknologi serta hubungan dengan berbagai universitas.

Kementerian mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Korea dalam bidang-bidang yang saat ini menjadi kelemahan Korea dalam bidang semikonduktor, seperti fabless dan foundry.

Presiden Lee mengatakan, "Kerja sama internasional sangat diperlukan untuk mewujudkan masyarakat yang semuanya mampu menggunakan AI dengan mengurangi kesenjangan penggunaan AI."

Ia menambahkan, "Kami akan berusaha agar semua warga Korea memiliki kemampuan untuk menggunakan AI dan mendorong Korea agar bisa menjadi negara maju dalam bidang AI."


caudouin@korea.kr

konten yang terkait