Kebijakan

2025.12.01

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan sebagai Pusat Kolaborasi Bidang Tanggap Darurat Keamanan Pangan pada tanggal 6 November 2025. Foto di atas menunjukkan suasana upacara pemasangan plakat peresmian yang digelar pada tanggal 27 November 2025 di lantai 1 gedung utama kantor Badan tersebut di Heungdeok-gu, Kota Cheongju, Provinsi Chungcheongbuk. (Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan sebagai Pusat Kolaborasi Bidang Tanggap Darurat Keamanan Pangan pada tanggal 6 November 2025. Foto di atas menunjukkan suasana upacara pemasangan plakat peresmian yang digelar pada tanggal 27 November 2025 di lantai 1 gedung utama kantor Badan tersebut di Heungdeok-gu, Kota Cheongju, Provinsi Chungcheongbuk. (Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan)



Penulis: Kim Seon Ah

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan sebagai Pusat Kolaborasi Bidang Tanggap Darurat Keamanan Pangan yang pertama di dunia. Penetapan ini merupakan pengakuan atas capaian Korea dalam memimpin kerja sama internasional terkait tanggap darurat keamanan pangan.

Setelah WHO menetapkan Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan sebagai pusat kolaborasi pada tanggal 6 November 2025, badan tersebut menyampaikan bahwa mereka telah menggelar upacara pemasangan plakat peresmian di lantai 1 gedung utama pada tanggal 27 November 2025.

Penetapan ini merupakan yang pertama di dunia di antara pusat kolaborasi WHO untuk bidang tanggap darurat keamanan pangan. Selama lebih dari 10 tahun terakhir, Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan telah mendukung Jaringan Otoritas Keamanan Pangan Internasional (INFOSAN) dan memimpin pembentukan sistem kerja sama dalam tanggap darurat keamanan pangan. Keahlian dan kapasitas badan tersebut yang terlihat melalui berbagai kegiatan ini dinilai telah mendapat pengakuan dari WHO.

Pusat kolaborasi tersebut akan menjalankan berbagai peran, antara lain memberikan pelatihan dan pendidikan bagi negara anggota INFOSAN untuk menghadapi situasi darurat terkait isu keamanan pangan; menyediakan dukungan teknis, termasuk pengembangan Food Safety Emergency Response (FSER); serta mendukung penyelenggaraan pertemuan global maupun regional guna memperkuat kerja sama dan jaringan antarnegara anggota INFOSAN.

Badan Keamanan Pangan dan Obat-obatan berharap bahwa penetapan sebagai pusat kolaborasi WHO ini akan menjadi momentum untuk memperkenalkan sistem keamanan pangan Korea dan kapasitas penanganannya kepada komunitas internasional secara lebih luas. Khususnya, badan tersebut memperkirakan bahwa tingkat kepercayaan internasional terhadap keamanan K-Food akan semakin meningkat.

sofiakim218@korea.kr

konten yang terkait