Kebijakan

2024.08.28

Pemerintah Korea menetapkan RAPBN Tahun 2025 serta Rencana Pengelolaan Kas Negara Tahun 2024-2028 dalam rapat kabinet yang digelar tanggal 27 Agustus 2024. Foto di atas menunjukkan para pengunjung pasar swalayan di Seoul pada tanggal 25 Agustus 2024 yang sedang melihat-lihat paket hadiah untuk Chuseok. (Yonhap News)

Pemerintah Korea menetapkan RAPBN Tahun 2025 serta Rencana Pengelolaan Kas Negara Tahun 2024-2028 dalam rapat kabinet yang digelar tanggal 27 Agustus 2024. Foto di atas menunjukkan para pengunjung pasar swalayan di Seoul pada tanggal 25 Agustus 2024 yang sedang melihat-lihat paket hadiah untuk Chuseok. (Yonhap News)



Penulis: Xu Aiying

Pemerintah Korea menetapkan RAPBN (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) sebesar 677,4 triliun won untuk tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat sebesar 3,2% dibanding tahun 2024.

Jumlah peningkatan tersebut sedikit lebih besar dibanding peningkatan anggaran dari tahun 2023 ke tahun 2024, yaitu sebesar 2,8%.

Pemerintah Korea menetapkan RAPBN Tahun 2025 serta Rencana Pengelolaan Kas Negara Tahun 2024-2028 dalam rapat kabinet yang digelar tanggal 27 Agustus 2024.

Pemerintah juga telah melakukan penyesuaian struktur pengeluaran sebesar 24 triliun won untuk mengeluarkan berbagai anggaran belanja yang tidak diperlukan.

Oleh karena itu, rasio dana perimbangan keuangan terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) telah membaik karena mencapai -2,9% setelah mencapai -3,6% pada APBN tahun 2024.

Total pendapatan negara tahun 2025 diproyeksikan mencapai 651,8 triliun won atau meningkat 6,5% dibanding tahun 2024 yang mencapai 612,2 triliun won.

Anggaran belanja tahun 2025 akan berfokus pada tugas negara terkait kehidupan masyarakat umum serta reformasi struktur masyarakat dan peningkatan daya saing ekonomi Korea untuk mendorong lompatan masa depan Korea.

Pemerintah akan fokus berinvestasi pada empat bidang utama, yaitu kesejahteraan kaum rentan, perluasan kerja sama ekonomi, perbaikan konstitusi untuk persiapan masa depan, serta diplomasi inti untuk masyarakat dan dunia yang aman.

Anggaran belanja untuk kesehatan, kesejahteraan, dan ketenagakerjaan meningkat sebesar 4,8% menjadi 249 triliun won untuk mendorong kesejahteraan kaum rentan, seperti masyarakat berpendapatan rendah, lansia, dan penyandang disabilitas.

Pendapatan perserorangan standar untuk keluarga dengan empat orang anggota meningkat hingga 6,42%.

Pemerintah menganggarkan belanja sebesar 29,7 triliun won untuk bidang penelitian dan pengembangan.

Pemerintah juga akan menyuntikkan dana sebesar 3,5 triliun untuk tiga bidang yang menjadi faktor inovasi teknologi terbesar pada tahun 2025, yaitu kecerdasan buatan/semikonduktor, bioteknologi, dan kuantum. Angka ini meningkat dari anggaran belanja 2,8 triliun pada tahun 2024.

Untuk meningkatkan revitalisasi ekonomi, pemerintah juga menetapkan anggaran belanja untuk industri teknologi termutakhir dan usaha kecil.

Pemerintah akan menyediakan pinjaman berbunga rendah melalui anggaran sebesar 4,3 triliun won untuk mendorong investasi berskala besar dalam bidang industri semikonduktor.

Anggaran belanja dalam bidang kebudayaan, olahraga, dan pariwisata ditetapkan sebesar 7,1 triliun won atau meningkat sebesar 2,4% dibanding tahun 2024.

RAPBN tersebut akan diserahkan kepada Majelis Nasional pada awal September 2024.

Komite Kerja dan Komite Khusus Pengelolaan Keuangan APBN akan mengevaluasi peningkatan dan pengurangan dana-dana di dalam RAPBN sebelum disahkan sebagai APBN pada bulan Desember 2024.


xuaiy@korea.kr

konten yang terkait