Presiden Yoon Suk Yeol berpidato pada Upacara Deklarasi Investasi Eropa yang diadakan di sebuah hotel di Paris, Prancis pada tanggal 21 Juni (waktu setempat).
Penulis: Kim Seon Ah
Foto: Kantor Kepresidenan Republik Korea
Juru Bicara Kantor Kepresidenan Lee Do-woon melaporkan dalam pengarahan tertulis pada tanggal 21 Juni bahwa enam perusahaan Eropa berteknologi canggih telah setuju untuk menginvestasikan total 940 juta dolar (sekitar 1,2 triliun won) ke Korea dalam kunjungan Presiden Yoon Suk Yeol ke Prancis.
Pada pagi hari tanggal 21 Juni (waktu setempat), Presiden Yoon menghadiri Upacara Deklarasi Investasi Eropa yang diadakan di sebuah hotel di Paris.
Enam perusahaan termasuk Imeris (Prancis, karbon hitam untuk baterai sekunder), Umicore (Belgia, bahan katoda untuk baterai sekunder), Continental (Jerman, peralatan kendaraan listrik), Equinor (Norwegia, kompleks tenaga angin lepas pantai), CIP (Denmark, kompleks tenaga angin lepas pantai), dan Nylacast (UK, high-performance polymer) mengumumkan mereka akan berinvestasi di Korea.
CEO Imeris Alessandro Dazza mengumumkan rencana untuk berinvestasi dalam fasilitas produksi karbon hitam dan mengatakan bahwa dia berencana untuk meningkatkan kapasitas produksi di pasar Asia dengan berpusat di Korea.
Wakil Ketua Umicore Bout Guillot mengatakan bahwa dia memasuki pasar Korea 25 tahun yang lalu dan telah memiliki pabrik produksi bahan katoda skala besar dan pusat penelitian dan pengembangan (R&D). Dia berkata dia akan secara aktif mempromosikan perluasan pabrik produksi di masa mendatang.
Ketua Nylacast Group Mussa Mahomed juga menjelaskan rencananya untuk mendirikan pabrik material pembuatan kapal dan teknologi kemudi mobil di Korea.
Presiden Yoon Suk Yeol berpidato pada Upacara Deklarasi Investasi Eropa yang diadakan di sebuah hotel di Paris, Prancis pada tanggal 21 Juni (waktu setempat). Dari kiri di baris belakang: CEO CIP Jakob Baruel Poulsen, CEO Continental Korea Martin Kueppers, Ketua Dewan Equinor John Erik Reinhardsen, CEO Imeris Alessandro Dazza, Ketua Nylacast Group Moussa Mohamed, dan Wakil Ketua Umicore Bout Guillot.