Tim peneliti Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) mengembangkan GeoCore-9B, model kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk menghasilkan, memulihkan, dan mengonversi citra satelit. Kim Munchurl (kiri) dari Departemen Teknik Elektro KAIST duduk berdampingan dengan Do Jeonghyeok di depan monitor besar yang menampilkan hasil penelitian mereka.
Ilustrasi konsep pemulihan dan konversi citra satelit menggunakan model fondasi GeoCore-9B yang dikembangkan tim peneliti KAIST.
Model ini memadukan informasi tentang objek dalam citra, koordinat pengambilan gambar (lintang dan bujur), ukuran sebenarnya di permukaan Bumi yang diwakili setiap piksel (GSD), serta struktur wilayah seperti jaringan jalan dan batas lahan pertanian.
Penggabungan informasi tersebut secara cermat membantu meminimalkan distorsi sehingga hasil citranya lebih sesuai dengan kondisi geografis sebenarnya.
Dalam uji kinerja, GeoCore-9B menunjukkan kualitas dan akurasi pemulihan citra yang lebih baik dibandingkan model-model khusus yang sudah ada, baik dalam eksperimen penghilangan tutupan awan maupun konversi citra radar SAR menjadi citra optik.
Tim peneliti juga menerapkan LoRA, teknik penyesuaian model yang lebih hemat biaya. Teknik ini hanya memerlukan pelatihan sebagian kecil parameter tanpa perlu melatih ulang seluruh model.
Do Jeonghyeok dari Institut Riset Informasi dan Elektronika KAIST merupakan penulis pertama makalah penelitian ini. Makalah tersebut telah diterima di NeurIPS 2026, salah satu konferensi ilmiah paling bergengsi di dunia dalam bidang kecerdasan buatan.
shong9412@korea.kr