Kebijakan

2026.08.20

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, mengungkapkan tekad pemerintah terhadap penguatan kerja sama bilateral antara Korea dengan Amerika Serikat dalam pertemuan yang digelar dengan AMCHAM pada tanggal 19 Agustus 2026 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Seoul. (Kementerian Ekonomi dan Keuangan)

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, mengungkapkan tekad pemerintah terhadap penguatan kerja sama bilateral antara Korea dengan Amerika Serikat dalam pertemuan yang digelar dengan AMCHAM pada tanggal 19 Agustus 2026 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Seoul. (Kementerian Ekonomi dan Keuangan)



Penulis: Yoon Sojung

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol, menegaskan, "Kekuatan Korea akan terlihat pada era kecerdasan buatan (AI) fisik."

Ia menambahkan, "Jika hubungan aktif antara Korea dengan Amerika Serikat dapat terus dipertahankan, keduanya akan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan menciptakan nilai tambah tertinggi di dunia pada era AI."

Wakil PM Koo mengungkapkan hal tersebut dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika Serikat di Korea (AMCHAM) pada tanggal 19 Agustus 2026 di Grand Hyatt Hotel Seoul, Yongsan-gu, Seoul.

Ia mengungkapkan, "Kesepakatan kerja sama senilai 950 miliar dolar AS antara perusahaan-perusahaan Korea dan AS yang tercapai pada KTT (konferensi tingkat tinggi) AI di San Fransisco membuktikan bahwa Korea memiliki prospek yang cerah sebagai pusat utama dalam rantai pasok AI global."

Wakil PM Koo menambahkan, "Korea memiliki kapasitas manufaktur yang menyeluruh, pengalaman, serta data lapangan yang melimpah dalam seluruh ekosistem AI, termasuk infrastruktur, cip, dan model AI."

Ia melanjutkan, "Berdasarkan keunggulan tersebut, pemerintah akan secara intensif mengembangkan pilar-pilar utama AI melalui tiga megaproyek serta memberikan dukungan secara maksimal."

Pada hari itu Wakil PM Koo memperkenalkan visi ekonomi pemerintah serta strategi untuk mengembangkan Korea menjadi pusat AI dan keuangan.

Ia lalu menjelaskan visi pemerintah Korea yang menargetkan tingkat pertumbuhan potensial di kisaran 3%, posisi keempat sebagai negara pengekspor terbesar di duniam serta pendapatan nasional per kapita sebesar 50 ribu dolar AS.

Wakil PM Koo kemudian menjelaskan upaya pemerintah untuk menyelaraskan sistem valuta asing dengan standar global, seperti melalui revisi Undang-undang Perdagangan, masuknya obligasi pemerintah ke WGBI (Indeks Obligasi Pemerintah Dunia), penyusunan Peta Jalan Internasionalisasi Won, serta peralihan menuju sistem perdagangan valuta asing yang beroperasi selama 24 jam.

Ia kemudian menyinggung Laporan Khusus AMCHAM: Agenda Korea Sebagai Pusat Keuangan yang disampaikan AMCHAM kepada pemerintah pada April 2026.

Wakil PM Koo mengatakan, "Dengan mempertimbangkan rekomendasi AMCHAM, kami memutuskan untuk menaikkan batas pelaporan pinjaman valuta asing dan batas pengelolaan dana terintegrasi bagi cabang bank asing dari 50 juta dolar AS menjadi minimal 100 juta dolar AS."

Setelah menyampaikan sambutan pembuka, ia berdialog dengan Ketua AMCHAM, James Kim, mengenai tugas-tugas utama untuk mencapai visi pemerintah, arah pertumbuhan jangka menengah dan panjang, strategi Korea untuk berkembang menjadi pusat AI global, serta upaya untuk meningkatkan aksesibilitas pasar keuangan.

Wakil PM Koo juga membahas rencana kerja sama antara pemerintah dengan Dewan Kepemimpinan AI AMCHAM yang belum lama ini dibentuk.

Terkait pelaksanaan investasi strategis Korea-AS senilai 350 miliar dolar AS, ia mengatakan bahwa landasan kelembagaan untuk melaksanakan investasi tersebut telah tersedia setelah Korporasi Investasi Strategis Korea-AS (KUIC) resmi diluncurkan pada Juni 2026.

Oleh karena itu, Wakil PM Koo mengungkapkan bahwa Korea dan AS kini perlu bersama-sama mengidentifikasi proyek yang memiliki kelayakan bisnis dan memberikan manfaat timbal balik melalui sektor swasta.

Ia berharap AMCHAM dapat berperan sebagai jembatan yang menghubungkan Korea dan AS dalam proses tersebut.


Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol (kiri), menjelaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Korea dengan AS kepada Ketua AMCHAM, James Kim, pada tanggal 19 Agustus 2026 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Seoul. (AMCHAM)

Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Ekonomi dan Keuangan, Koo Yun Cheol (kiri), menjelaskan arah kebijakan pemerintah untuk memperkuat kerja sama ekonomi antara Korea dengan AS kepada Ketua AMCHAM, James Kim, pada tanggal 19 Agustus 2026 di Hotel Grand Hyatt Seoul, Yongsan-gu, Seoul. (AMCHAM)


arete@korea.kr

konten yang terkait