Sci/Tekno

2026.06.25

Ilustrasi proses penyaringan minyak mentah dengan menggunakan membran berpori. Dalam proses ini, minyak mentah bertekanan dialirkan pada suhu ruang dengan melewati membran seihngga komponen ringan dapat dipisahkan lebih awal, seperti bahan pembentuk bensin, nafta, dan kerosin. (Koh Dong-yeun)

Ilustrasi proses penyaringan minyak mentah dengan menggunakan membran berpori. Dalam proses ini, minyak mentah bertekanan dialirkan pada suhu ruang dengan melewati membran sehingga komponen ringan dapat dipisahkan lebih awal, seperti bahan pembentuk bensin, nafta, dan kerosin. (Koh Dong-yeun)



Penulis: Koh Hyunjeong

Tim peneliti Korea berhasil mengembangkan teknologi membran yang dapat membantu menyaring minyak mentah tanpa harus memanaskannya hingga suhu sangat tinggi.

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi mengungkapkan pada tanggal 25 Juni 2026 bahwa penemuan tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah internasional Nature pada tanggal 24 Juni 2026 (waktu setempat).

Tulisan ilmiah berjudul "Crude oil fractionation by means of mesoporous polyacrylonitrile membranes" merupakan hasil dari kerja tim yang dipimpin oleh Koh Dong-yeun dari KAIST (Korea Advanced Institute of Science dan Technology).

Selama ini, proses pengilangan minyak bumi sangat bergantung pada distilasi. Dalam proses tersebut, minyak mentah dipanaskan hingga suhu lebih dari 350 derajat Celcius.

Minyak mentah tersebut kemudian dipisahkan menjadi bensin, kerosin, solar, dan fraksi lainnya berdasarkan perbedaan titik didih.

Proses ini membutuhkan energi yang sangat besar dan menghasilkan emisi karbon dalam jumlah tinggi.

Tim peneliti KAIST mengembangkan teknologi yang mampu memilah minyak mentah sebelum masuk ke proses distilasi utama dengan menggunakan membran polimer berpori yang bekerja sebagai 'saringan molekuler'.

Dalam uji coba, membran yang dikembangkan tim peneliti menunjukkan laju pemisahan minyak yang 23 kali lebih cepat dibandingkan dengan teknologi sebelumnya. Kinerjanya pun tetap stabil selama 28 hari.

Berdasarkan simulasi, teknologi tersebut berpotensi mengurangi penggunaan energi sebesar 31,6%, emisi karbon dioksida sebesar 37,6%, serta biaya operasional hingga 36%.

Koh menjelaskan bahwa penelitian tersebut menunjukkan prinsip terbaru dalam penyulingan minyak mentah.

Menurutnya, minyak mentah yang melewati membran dapat membantu membentuk jalur pemisahan secara alami dalam pori-pori membran.


hjkoh@korea.kr

konten yang terkait