Sci/Tekno

2026.04.03

K-RadCube telah berhasil diterbangkan ke antariksa melalui misi peluncuran Artemis II pada tanggal 1 April 2026 pk. 18:35 (waktu setempat) dari Pusat Antariksa Kennedy, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.

K-RadCube telah berhasil diterbangkan ke antariksa melalui misi peluncuran Artemis II pada tanggal 1 April 2026 pk. 18:35 (waktu setempat) dari Pusat Antariksa Kennedy, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.



Penulis: Charles Audouin
Foto: Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA)

K-RadCube telah berhasil diterbangkan ke antariksa melalui misi peluncuran Artemis II pada tanggal 1 April 2026 pk. 18:35 (waktu setempat) dari Pusat Antariksa Kennedy, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat.

K-RadCube merupakan satelit kubus yang dikembangkan oleh Korea melalui KASA (Badan Penerbangan dan Antariksa Korea)

KASA mengungkapkan bahwa K-RadCube telah berhasil masuk ke orbit tinggi Bumi setelah terpisah dengan sukes dari OSA (Orion Stage Adapter) pada ketinggian sekiar 40 ribu km pada pk. 23:58 hari itu.

K-RadCube akan mengukur radiasi luar angkasa dari orbit tinggi Bumi (HEO). Setelah itu, data yang dikumpulkan akan digunakan untuk menganalisis pengaruh radiasi luar angkasa di radius pergerakan antara bumi dan bulan terhadap wahana antariksa berawak.

Artemis II merupakan misi berawak NASA dan Korea berpartisipasi dalam misi tersebut melalui satelit kubusnya.

K-RadCube akan mengamati distribusi dan karakteristik partikel berenergi tinggi dalam berbagai lingkungan radiasi luar angkasa yang berada di Sabuk Radiasi Van Allen pada setiap ketinggian, mulai dari ketinggian 200 km hingga 70 ribu km.

Selain itu, K-RadCube juga membawa semikonduktor dari Samsung Electronics dan SK hynix untuk memverifikasi keandalan operasional perangkat yang memenuhi standar antariksa di lingkungan radiasi orbit tinggu.

KASA pun mengungkapkan bahwa pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan K-RadCube melalui stasiun Bumi di Maspalomas, Spanyol. Komunikasi tersebut bertujuan untuk memperoleh data dari satelit di pusat operasi misi K-RadCube.

Selain itu, sinyal satelit juga dilacak dengan menghubungkan stasiun Bumi di Punta Arenas (Cile), Hawaii (Amerika Serikat), dan Singapura.


K-RadCube merupakan satelit kubus berukuran sebesar kotak sepatu (tinggi, lebar, dan panjang masing-masing 10 cm) serta berat 19,6 kg.

K-RadCube merupakan satelit kubus berukuran sebesar kotak sepatu (tinggi, lebar, dan panjang masing-masing 10 cm) serta berat 19,6 kg.


caudouin@korea.kr

konten yang terkait